Alexa

Interview: Beragama Kristen, Tanta Ginting Sebut Islam Itu Indah

Tomi Tresnady | Puput Pandansari
Tanta Ginting saat jumpa pers film Bid'ah Cinta di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, pada 25 Maret 2017. [suara.com/Puput]
Tanta Ginting saat jumpa pers film Bid'ah Cinta di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, pada 25 Maret 2017. [suara.com/Puput]

Lelaki berdarah Batak itu memutuskan terima peran ustadz bernama Lukman di film tersebut.

Suara.com - Membintangi film "Bid'ah Cinta" karya Nurman Hakim bukan soal gampang bagi Tanta Jorekenta Ginting atau dikenal Tanta Ginting.

Lelaki berdarah Batak itu memutuskan terima peran ustadz bernama Lukman di film tersebut. Tak banyak yang tahu bagaimana kegigihan seorang Tanta yang notabene beragama Nasrani (Kristen) sampai akhirnya berhasil membawakan peran tersebut dengan maksimal.

Meskipun, sejak diluncurkan trailer hingga dirilis pada 16 Maret 2017 tak sedikit masyarakat yang memberikan komentar nyinyir dengan alasan propaganda, liberal, dan lainnya.

Seperti yang dilakukan pemeran lainnya sebelum syuting, anak dari pasangan Simson Ginting dan Murni Tarigan ini juga melalukan riset di lapangan bagaimana mendalami sosok seorang ustadz.

Kata Tanta, setelah mempelajari Islam, ternyata Islam itu indah.

Berikut wawancara Tanta Ginting dengan Suara.com saat di Jakarta Pusat, beberapa waktu yang lalu:

S: Anda langsung setuju saat ditawari main Film Bid'ah Cinta dan perankan seorang ustadz?

T: Pertama ya, aku mikir, eh bukan, jatuhnya lebih ke mempertanyakan pada sutradaranya (Nurman Hakim). Apakah dia oke dengan keyakinan aku, tapi dari sisi aktor ya, buat aku challenge. Itu yang aku cari, tantangan dalam film ini.

S: Kenapa berani mengambil film religi?

T: Saya ambil kesempatan ini untuk mempelajari Islam. Bahwa Islam itu indah.

Orang pakai perbedaan buat kompetisi dan menjatuhkan satu sama lain. Banyak orang punya akal busuk. Pada dasarnya kita semua beda bukan buat benci, padahal.

S: Bagaimana Anda menjelaskan perkataan Anda sendiri bahwa Islam itu Indah ?

T: Semua yang ditawarkan di sini itu tentang bagaimana mengasihi, merangkul satu sama lain, appreciate, God blessing.

Sebenarnya agamanya itu bagus, tergantung orang-orangnya saja. Pola pikir dan pemahaman. Sebenarnya, hal yang terindah pun kalau orangnya ngasihnya salah pasti bisa saja dibikin salah.

S: Apa yang anda pelajari selama riset soal Islam?

T: Saya kepo dan selalu nanya istilah ini apa, itu apa, lalu saya sebarkan ke teman-teman yang enggak paham. Soalnya kebencian itu lahir dari ketidakpahaman kita. Its all about love.

S: Ada hambatan tidak saat riset?

T: Ya, pas aku belajar memang harus ada yang aku hancurkan ini itu. Tapi ya, semua agama punya itu dan kita semua ciptaan Tuhan, ya sudah enggak ada bedanya.

Tinggal bagaimana orang menjalankan hidupnya gitu, Its all about kasih.

S: Bid'ah cinta pengalaman pertama kali main film religi?

T: Kalau yang benar-benar religius baru sekali ini. Sebelumnya, (film) "Wa'alaikumussalam Paris" juga pernah tapi enggak sedalam ini sih pengertian agamanya.

Dan, yang ini lebih dalam, aku lebih bisa banyak belajar Islam di sini.

S: Ada pihak yang mempertanyakan keputusan Anda?

T: Kalau mempertanyakan sih banyak, ngasih tahu untuk hati-hati.

S: Siapa yang memperingatkan itu?

T: Dari teman-teman, dari sesama aktor, lalu dari produser juga. Memang peran yang kita lakoni kadang-kadang mempengaruhi (kehidupan nyata) karena enggak semua orang pintar di luar sana.

Ada yang berpikir itu (karakter) diri kita, yang mana, ya sudahlah itu risiko aku sebagai aktor.

Kalau mereka semakin mempercayai aku (melakonkan karakter ini) berarti kan sukses, he-he-he. Tapi ya tugas aku untuk proses berikutnya adalah harus bisa mengubah pola pikir mereka, tapi itu (keraguan orang-orang) enggak terlalu aku hiraukan.

S: Masih tertarik main film seperti ini?

T: Kalau aku sih, enggak terlalu mikirin soal karakter. Aku lebih lihat sutradaranya siapa, karena aku enggak pernah belajar jadi aktor yang properly trained.

Jadi sekarang pengalaman aku itu, aku pakai untuk belajar. Aku pengin belajar dari sutradara yang berbeda-beda cara. Karena pandang tiap sutradara untuk mengubah aktor itu kan beda-beda juga, nah aku belajar dari sana.

Aku lihat sutradara filmya, kalau enggak sama itu sebenarnya sudah 80% oke. Kalau ceritanya terkait itu (agama) enggak apa-apa.

Kalau sutradara bagus, mau cerita apa saja pasti jadi bagus

"Bid'ah Cinta" juga dibintangi oleh Ayushita Nugraha, Dimas Aditya, Ibnu Jamil, Alex Abbad, Dewi Irawan, Kalina Inawati, Ronny P.Tjandra, Ade Firman Hakim, Jajang C.Noer, dan Khiva Iskak.


loading...
loading...

Topik Pilihan

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

Buktikan kesuksesanmu dihasilkan dari menggunakan otak, bukan menggunakan tampang. 💪 #KutipanSuaradotcom
.
.
#KutipanBijak #KutipanSukses #KataBijak #MotivasiSukses #Inspirasi #Motivasi #QuoteBijak #KutipanCinta #QuoteOfTheDay #Quotes #Suaradotcom

INFOGRAFIS