Alexa

Bumil Kekurangan Zinc, Waspadai Janin Lahir Cacat

Ririn Indriani | Firsta Nodia
Ilustrasi makanan berprotein yang banyak mengandung zinc, salah satu nutrisi yang baik bagi ibu hamil. (Shutterstock)
Ilustrasi makanan berprotein yang banyak mengandung zinc, salah satu nutrisi yang baik bagi ibu hamil. (Shutterstock)

Kekurangan zinc hampir sama dengan kekurangan sel darah merah.

Suara.com - Meski sekadar mikronutrien, kekurangan zinc bisa berakibat fatal bagi ibu hamil (bumil).

Menurut Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, SpOG dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, bumil yang kekurangan zinc berisiko mengalami keguguran, bayi lahir cacat atau janin.

"Pada mereka yang kekurangan zinc hampir sama dengan kekurangan sel darah merah. Bisa keguguran, bayi cacat dan tidak tumbuh," ujarnya pada promosi doktor di FKUI Salemba, Jakarta, Rabu (4/1/2017).

Pada bumil, lanjut Dr. Dwiana, zinc yang dikonsumsi dengan takaran yang tepat dan seimbang berperan menjaga keseimbangan agar pertumbuhan bayi berjalan sesuai fasenya.

"Sama seperti kalsium, atau zat besi, jika dikonsumsi dalam jumlah yang tepat, zinc jadi komponen yang menguatkan bumil dan bayi selama kehamilan," tambah dia.

Sumber zinc, ujar Dr. Dwiana, banyak ditemukan dalam makanan mengandung protein. Namun bumil harus mewaspadai konsumsi makanan atau minuman tertentu yang dapat menghambat penyerapan zinc di dalam tubuh.

"Tanin dalam teh dapat menghambat penyerapan zinc. Tapi sebenarnya asal tidak berlebihan, tidak masalah. Selain itu batasi juga asupan makanan olahan tepung dan gula karena menurut penelitian bisa menghambat penyerapan zinc," pungkas dia.

Topik Pilihan

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...