Alexa

Studi Ini Berikan Secercah Harapan bagi Lelaki Botak

Ririn Indriani
Ilustrasi lelaki yang mengalami kebotakan. (Shutterstock)
Ilustrasi lelaki yang mengalami kebotakan. (Shutterstock)

Peneliti mulai potensi cara yang lebih efektif untuk mengatasi kebotakan, apakah itu?

Suara.com - Kebotakan ternyata bukan hanya menghantui laki-laki yang sudah memasuki usia keemasan. Nyatanya, banyak laki-laki yang baru memasuki usia 20 tahunan menderita masalah yang sama.

Tapi jangan khawatir, para peneliti gen asal The University of Edinburg, Skotlandia, menawarkan secercah harapan bagi lelaki yang memiliki 'kutukan' mengalami kebotakan.

Mereka berhasil mengidentifikasi 300 masalah kebotakan akibat genetis dan merupakan hasil studi terbesar hingga saat ini. Meski begitu, para peneliti menekankan bahwa temuan mereka tidak berarti obat untuk masalah kebotakan akan datang besok hari.

"Namun, hasil ini membawa kita satu langkah lebih dekat," kata penulis studi utama Dr Ricardo Marioni seperti yang dikutip dari laman medis webmd.com.

Ia berbicara dalam sebuah rilis berita saat jurnal PLOS Genetics diterbitkan pada 14 Februari lalu. Marino beserta Universitas Venter for Genomic dan Experimental Medicine percaya bahwa temuan mereka akan membuka jalan bagi pemahaman mengenai penyebab genetik rambut rontok.

Dalam studi ini, tim peneliti menganalisis data genetik dari lebih dari 52.000 lelaki dan menunjuk 287 genetik terkait dengan kerontokan rambut yang parah. Banyak dari gen yang diidentifikasi berhubungan dengan struktur rambut dan pengembangan.

Gen bisa memberikan kemungkinan obat untuk mengobati kebotakan pada laki-laki. "Itu menarik untuk menemukan bahwa banyak dari genetika sinyal untuk kebotakan pola lelaki berasal dari kromosom X, yang laki-laki mewarisi dari ibu mereka," kata wakil pemimpin studi, Saskia Hagenaars dalam rilis berita. Hagenaars adalah Ph.D. mahasiswa di universitas Center for Aging Kognitif dan kognitif Epidemiology.

Selain akibat gen atau turunan, kebotakan di usia 20 tahunan bisa terjadi karena stres, kurang nutrisi dan akibat merokok dan minum-minuman keras. (Risna Halidi)

Topik Pilihan

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...