Alexa

Para Pembaca Tarot di Belantara Kosmopolitan Jakarta

Reza Gunadha | Risna Halidi
Para Pembaca Tarot di Belantara Kosmopolitan Jakarta
Pegiat Komunitas Tarot Jakarta. [Suara.com/Risna Halidi]

"Meramal, tarot, saya ibaratkan seperti perkiraan cuaca."

Suara.com - Ketika sudut-sudut ibu kota semakin diselimuti gaya hidup kosmopolitan yang tentu saja modern, tak sedikit orang yang lantas memilih kembali erat-erat memeluk tradisi.

Fenomena anomali dalam kehidupan modern DKI Jakarta yang sudah menyandang status metropolis tersebut, kerapkali mendapat cibiran.

Sebab, oleh seorang kosmopolit, segala hal yang berbau tradisi seringkali diidentikkan dengan kemunduran peradaban ke masa lalu yang dipenuhi klenik dan irasional.

 

Namun, setidaknya, segala prasangka itulah yang justru melahirkan dan memacu semangat anggota komunitas praktisi kartu Tarot. Mereka ingin membuktikan, kartu Tarot bukan sejenis ilmu halimunan alias gaib, dan tetap bisa ”menemani” kehidupan penghuni metropolis Jakarta.

"Meramal, tarot, saya ibaratkan seperti perkiraan cuaca. Simpelnya, memberi pilihan kepada orang dan apa risiko dalam setiap pilihan," tutur Inca O’Keefe, ‘pembaca’ kartu tarot dari Komunitas Tarot Jakarta kepada Suara.com.

Dedy Darmawan, rekan seprofesi sekaligus teman Inca dalam komunitas tarot, menuturkan mereka tak jarang mendapat anggapan negatif serta penolakan masyarakat karena berprofesi sebagai pembaca tarot.

Segala prasangka itu bermula dari masih lekatnya persepi penggunaan kartu tarot adalah praktik klenik alias perdukunan.

 

“Penolakan juga disebabkan masih adanya anggapan memercayai ramalan bertentangan dengan agama,” ungkapnya.

Menurutnya, segala stigma tersebut salah. ”Membaca” lembar demi lembar kartu tarot sama sekali tidak menggunakan kekuatan garib.

Sebaliknya, sama seperti seorang psikolog, kartu tarot hanya medium untuk menelisik sisi terdalam persona seseorang.

Dedy dan para pembaca tarot lainnya, selama bertahun-tahun, sangat serius melawan segala stigma dengan beragam argumentasi penjelasan. Upaya itu berhasil. Kekinian, semakin banyak pihak yang ingin memakai kemampuan unik mereka.

“Kami kerap digandeng perusahaan dalam proses seleksi pegawai. Sudah mulai banyak perusahaan yang bekerja sama dengan pembaca tarot. Karena secara tidak langsung kami juga harus bisa menguasai ilmu psikologi," jelasnya.

Selain dipinang beberapa perusahaan, pembaca tarot juga kerap menjadi pilihan masyarakat sebagai “teman curhat” guna melepaskan penat pikiran.

Bahkan, Dedy mengklaim menemukan banyak klien yang lebih memilih 'curhat' kepada pembaca tarot daripada kepada profesional lainnya.

"Sebabnya, kami memberikan cara pemecahan masalah, tapi pembaca tarot tidak berhak memberikan jawaban (pasti)."

 Pergulatan Komunitas

Inca menuturkan, para praktisi tarot di Jakarta sebenarnya saling terhubung dalam komunitas. Ia sendiri—bersama sang suami, Sandrie—merupakan dua anggota Komunitas Tarot Jakarta.

Komunitas ini awalnya bernama Club Tarot Jakarta, yang dibentuk pada 6 Maret 2011.  Nama komunitas itu kemudian berubah menjadi Komunitas Tarot Jakarta pada awal tahun 2017.

 

“Agar tampak lebih profesional,” tukas Inca mengomentari perubahan nama komunitas tersebut.

Sedangkan Dedy, salah satu pendiri komunitas itu mengatakan, mereka rutin berkumpul sedikitnya sekali sebulan di berbagai tempat yang sudah disepakati bersama.

“Kami juga kerap bekerja sama dengan sejumlah pihak untuk menyewa gerai di bazar yang berada di mal-mal Jakarta,” ungkapnya.

Selain itu, sambung Dedy, anggota komunitas juga mengadakan workshop kecil-kecilan untuk saling berbagi ilmu.

Kekinian, Komunitas Tarot Jakarta merupakan rumah dari sekitar 200 lebih penggiat kartu tarot di ibu kota. Tak semuanya profesional. Ada pula ibu rumah tangga, mahasiswa, karyawan, penyiar, hingga pengacara yang menjadi anggota karena menyukai kartu tarot.

“Meski anggota sudah ratusan, yang aktif baru 20 orang. Ke depannya, kami ingin para pembaca tarot dapat bekerja secara resmi dan kami juga ingin masyarakat lebih menghargai hal ini," harap Inca, menutup wawancara dengan Suara.com.


loading...
loading...
Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

BESOK!! Yuk nonton Steven Jam di kantor Suaradotcom, catat tanggalnya ya jangan sampai lupa! Buat kamu yang di sekitaran Jakarta Selatan bisa merapat ke kantor redaksi kami ☺️
.
Sstt.. Kita juga bakal live dari Facebook dan Instagram lho!
.
.
.
.
#stevenjam
 #kawanansj #komunitasreggae #acoustic #reggaejakarta #reggae #southjakarta #livemusic #livestreaming #music #selebonloc #suaradotcom

INFOGRAFIS