Alexa

Di Depan Anies-Sandi, Gus Sholah: Indonesia Jangan Terpecah

Pebriansyah Ariefana | Ummi Hadyah Saleh
Sollahudin Wahid atau Gus Sholah menerima kedatangan Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Jalan Bangka Raya nomor 2b, Kelurahan Bangka, Mampang, Jakarta Selatan. (suara.com/Ummi Hadyah Saleh)
Sollahudin Wahid atau Gus Sholah menerima kedatangan Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Jalan Bangka Raya nomor 2b, Kelurahan Bangka, Mampang, Jakarta Selatan. (suara.com/Ummi Hadyah Saleh)

Semua orang memiliki hal untuk menentukkan pilihannya.

Suara.com - Sollahudin Wahid atau Gus Sholah menerima kedatangan Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Jalan Bangka Raya nomor 2b, Kelurahan Bangka, Mampang, Jakarta Selatan, Senin (20/3/2017) malam. Mereka melakukan pertemuan sekitar satu jam di kediaman Gus Sholah.

Usai melakukan pertemuan, Gus Sholah mengatakan pertemuan dengan Anies-Sandiaga merupakan bentuk silaturahim. Pasalnya baik Anies-Sandiaga pernah menginap di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang.

"Silaturahmi dua kawan ini, saya sudah kenal lama. Dua orang ini pernah menginap di Tebu Ireng beberapa kali silaturahmi," ujar Gus Sholah usai pertemuan.

Gus Sholah mengatakan dalam pertemuannya, Anies-Sandiaga menceritakan pengalamannya saat Pilkada DKI Jakarta putaran pertama.

"Kita (cerita) pengalaman kemarin menjalani kampanye kepala dibawah kaki diatas," kata dia

Adik dari mantan Presiden Abdurrahman Wahid itu pun memberikan nasihat kepada Anies-Sandiaga untuk menjaga persatuan dan kesatuan.

"Kita kan harus berusaha dan menjaga ketika dan setelah pemilihan, kita tidak ingin bangsa ini terpecah," ucap Gus Sholah.

Ketika ditanya pertemuan dengan Anies-Sandiaga merupakan bentuk dukungan, ia membantah. Gus Sholah pun mengungkapkan bahwa calon wakil gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat juga pernah berkunjung ke Pondok Pesantren miliknya.

"Tidak. Pak Djarot juga pernah ke Tebuireng, jadi itu tidak perlu diucapkan pada publik. Yang penting dua kawan ini," katanya.

Meski demikian, ia menjelaskan bahwa semua orang memiliki hal untuk menentukkan pilihannya.

"Saya pikir orang punya pilihan yang sebagian besar, tinggal yang belum kemarin (dukungan) pasangan nomor satu, itu yang harus diperebutkan. Saya pikir dua kawan ini tahu caranya, " tutur Gus Sholah.

Di kesempatan yang sama, Anies Baswedan menuturkan kedatangan untuk bersilatuhmi dengan Gus Sholah. Kata Anies kedatangannya sowan ke Gus Sholah bukan kali pertama. Namun kerap dilakukannya tanpa diketahui awak media.

"Kami datang ke sini sowan, silaturahmi dan ini bukan kedatangan pertama kali. Jadi, cuma biasanya nggak dicover media," kata Anies.

Anies juga mengaku mendapatkan nasihat dari Gus Sholah tentang persatuan dan kebersamaan. Ia berharap Pilkada putaran kedua berjalan jujur, adil dan demokrasi.

"Tadi tentu kami bicarakan banyak hal, kita ingin agar nanti Pilkada putaran kedua berjalan dengan jujur, adil dan demokrasi dan kita ingin agar kebersamaan, itu pesan Gus Solah tadi, persatuan dijaga. Itu pesan utamanya. Dan kami Insya Allah jaga amanat itu," tegasnya.

Topik Pilihan

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...