Starbucks Investasi Rp 1,4 Triliun untuk Startup Makanan dan Ritel

RR Ukirsari Manggalani | Muslimin Trisyuliono
Starbucks Investasi Rp 1,4 Triliun untuk Startup Makanan dan Ritel
Kopi Starbucks [Shutterstock].

Investasi Starbucks ini terinspirasi pada bisnis kreatif dan upaya mendukung wirausaha.

Suara.com - Perusahaan kedai kopi terbesar di dunia, Starbucks akan berinvestasi 100 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp 1,4 triliun yang akan dikelola investor Tesla untuk perusahaan startup yang bergerak di makanan dan ritel.

Dikutip dari Reuters (21/3/2019), Chief Executive Officer Starbucks, Kevin Johnson menjelaskan perusahaan Valor Equity Partners yang akan mempromosikan perusahaan dengan spesialisasi bergerak di bidang pengembangan teknologi dan produk baru untuk industri makanan dan ritel.

"Kami terinspirasi oleh bisnis kreatif dan ingin mendukung wirausaha di masa depan," ujar Kevin Johnson.

Dalam situs resmi Bank Indonesia tercatat kurs jual rupiah melemah, bahkan pada siang hari ini kurs jual rupiah mencapai level Rp 15.002 per dolar AS.[Suara.com/Muhaimin A Untung]
Dolar Amerika Serikat (AS) [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Starbucks mulai berinvestasi untuk startup karena terinspirasi perusahaan seperti Tyson Foods. Mereka memulai pendanaan pada 2016 untuk mengembangkan protein nabati. Beberapa perusahaan seperti Pepsi dan Kraft Heinz melakukan hal yang sama.

Starbucks pada 2019 menargetkan pendapatan laba jangka panjangnya serta akan membeli saham sebesar 2 miliar dolar AS dan berkomitmen pemegang saham 25 miliar dolar AS hingga 2020.

Dampak bisnis di Amerika Serikat yang cukup lamban membuat pemegang saham mengadakan rapat tahunan. Agendanya melakukan perombakan toko dan mengenalkan makanan baru, serta minuman dingin untuk mendorong penjualan di toko-toko yang mengalahkan pasar dalam dua kuartal terakhir.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS