BI Akan Bikin Holding Usaha Ekonomi Syariah Pesantren

Reza Gunadha | Achmad Fauzi
BI Akan Bikin Holding Usaha Ekonomi Syariah Pesantren
Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo. (Suara.com/Achmad Fauzi)

Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo mengatakan, dalam induk usaha tersebut, setiap pesantren bisa bertukar konsep unit usaha.

Suara.com - Bank Indonesia menilai pesantren bisa menjadi pusat perekonomian syariah di Indonesia. Apalagi jumlah pesantren cukup banyak.

Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo mengatakan, dalam induk usaha tersebut, setiap pesantren bisa bertukar konsep unit usaha.

"Misalnya satu ponpes mengembangkan bisnis air minum, ini nanti dengan holding pesantren, dia akan bisa kembangkan ke pesantren lainnya. Atau ponpes satu punya usaha apa, itu bisa diekspor. Kami kembangkan holding itu," ujarnya dalam Indonesia Sharia Economy Festival (ISEF) di JCC Kawasan GBK Senayan, Jakarta, (12/11/2019).

Dody menuturkan, saat ini masih sedikit pesantren yang dikembangkan oleh BI. Jumlahnya baru 250 pesantren dari 32.000 pesantren.

"Kami memang telah menyusun program kapasitas SDM untuk pengembangan pesantren. Cakupannya luas, kelembagaan, kemandirian ekonomi. Kalau BI sendiri telah kerja sama pada 250 ponpes, kurang dari 1 persen," imbuhnya.

Dengan induk usaha ini, tambah Dody, pondok pesantren bisa mandiri melakukan kegiatan ekonomi, sehingga bisa menumbuhkan ekonomi syariah.

"Kami masih pilot project pengembangan holding pesantren. Induk usaha pesantren dalam skala nasional ini diharapkan mampu memperkuat pesantren, tidak hanya permodalan, tapi pasar dan askes informasi," kata dia.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS