Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.555.000
Beli Rp2.430.000
IHSG 6.175,535
LQ45 621,910
Srikehati 307,227
JII 366,948
USD/IDR 17.939

Prabowo Klaim DSI Sudah Kelola Devisa US$10,5 Miliar

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 20 Juli 2026 | 18:04 WIB
Prabowo Klaim DSI Sudah Kelola Devisa US$10,5 Miliar
Presiden Prabowo Subianto mengklaim bahwa PT Danantara Sumberdaya Indonesia (PT DSI) sudah mengelola devisa sebesar US$10,5 miliar setelah dibentuk kurang dari 1,5 bulan lalu. Foto ist.
baca 10 detik
  • DSI kelola devisa ekspor lebih dari US$10,5 miliar.
  • Gap harga ekspor SDA diklaim menyusut usai DSI beroperasi.
  • Prabowo ancam cabut izin eksportir yang lakukan manipulasi.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto mengklaim bahwa PT Danantara Sumberdaya Indonesia (PT DSI) sudah mengelola devisa sebesar US$10,5 miliar setelah dibentuk kurang dari 1,5 bulan lalu.

Hal tersebut disampaikan Prabowo usai menerima laporan dari CEO Danantara, Rosan Roeslani, dalam Sidang Kabinet Paripurna yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (20/7/2026).

"Saya dapat laporan dari saudara Rosan, CEO Danantara, bahwa baru satu bulan dua minggu bekerja, PT DSI sudah mengelola devisa sebesar lebih US$10,5 miliar," kata Prabowo.

Menurut Prabowo, keberadaan PT DSI mulai memberikan dampak terhadap efisiensi perdagangan komoditas Indonesia di pasar global. Sebelum perusahaan tersebut beroperasi, selisih harga jual komoditas Indonesia dengan harga internasional disebut mencapai sekitar 30% hingga mendekati 40-50%.

Kini, pemerintah mengklaim perbedaan harga tersebut mulai menyempit seiring pengawasan yang lebih ketat terhadap transaksi ekspor SDA.

"Begitu ada PT DSI sudah hampir menyatu melihat grafiknya, karena kita tegas," ujarnya.

Prabowo menilai penyempitan selisih harga tersebut menjadi indikasi membaiknya tata kelola ekspor sekaligus meningkatkan potensi penerimaan devisa negara.

Di sisi lain, Kepala Negara menegaskan pemerintah tidak akan mentoleransi praktik-praktik yang merugikan negara, termasuk under invoicing maupun transfer pricing dalam transaksi ekspor sumber daya alam.

Ia mengancam akan mencabut izin usaha perusahaan yang tetap melakukan manipulasi nilai ekspor atau tidak mematuhi ketentuan pemerintah.

baca juga

"Meneruskan praktik ini, ini praktik penipuan. Semua izin kita cabut. Saya tidak pandang bulu, kita cabut semua izin mereka yang tidak patuh kepada negara hukum NKRI," tegas Prabowo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

18 Bulan Menjabat, Prabowo Klaim Selesaikan 110 Masalah Strategis

18 Bulan Menjabat, Prabowo Klaim Selesaikan 110 Masalah Strategis

News | Senin, 20 Juli 2026 | 17:46 WIB

Kegaduhan di Kementerian PU Dinilai Bisa Berujung Lengsernya Dody Hanggodo

Kegaduhan di Kementerian PU Dinilai Bisa Berujung Lengsernya Dody Hanggodo

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 17:22 WIB

Isu Copot Dody Hanggodo Mencuat, Pengamat Nilai Prabowo Berhak Ganti Menteri Demi Stabilitas

Isu Copot Dody Hanggodo Mencuat, Pengamat Nilai Prabowo Berhak Ganti Menteri Demi Stabilitas

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 17:00 WIB

Terkini

Anggaran Kipas Angin KDKMP Rp1,8 Triliun, KPK Ingatkan Inspektorat Jangan 'Tidur'

Anggaran Kipas Angin KDKMP Rp1,8 Triliun, KPK Ingatkan Inspektorat Jangan 'Tidur'

News | Senin, 20 Juli 2026 | 18:03 WIB

Masih Ada Praktik Jual Seragam, Disdikpora DIY Tegaskan Sekolah Negeri Tak Boleh Berbisnis

Masih Ada Praktik Jual Seragam, Disdikpora DIY Tegaskan Sekolah Negeri Tak Boleh Berbisnis

Jogja | Senin, 20 Juli 2026 | 18:02 WIB

Detak Jantung Ibu Kota di Antara Wajah-Wajah Lelah Komuter Malam

Detak Jantung Ibu Kota di Antara Wajah-Wajah Lelah Komuter Malam

Your Say | Senin, 20 Juli 2026 | 18:01 WIB

Menkes Curhat ke DPR: Anggaran TB hingga Alkes Terhambat Gegara Pemblokiran Rp12,3 T di Kemenkeu

Menkes Curhat ke DPR: Anggaran TB hingga Alkes Terhambat Gegara Pemblokiran Rp12,3 T di Kemenkeu

News | Senin, 20 Juli 2026 | 18:01 WIB

Menteri Urusan Muslim Singapura Mundur Usai Kena Skandal Perempuan

Menteri Urusan Muslim Singapura Mundur Usai Kena Skandal Perempuan

News | Senin, 20 Juli 2026 | 17:57 WIB

Pemerintah Belum Punya Skema Jelas, Kopdes Merah Putih Picu Kekhawatiran Warung Kecil

Pemerintah Belum Punya Skema Jelas, Kopdes Merah Putih Picu Kekhawatiran Warung Kecil

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 17:57 WIB

Basarnas Kerahkan RB 220 dari Mataram Perkuat Operasi SAR KM Nurul Salsa

Basarnas Kerahkan RB 220 dari Mataram Perkuat Operasi SAR KM Nurul Salsa

Sulsel | Senin, 20 Juli 2026 | 17:55 WIB

Piala Dunia 2026: Mengapa Turnamen ini Disebut berpotensi Jadi yang Paling Tinggi Emisinya?

Piala Dunia 2026: Mengapa Turnamen ini Disebut berpotensi Jadi yang Paling Tinggi Emisinya?

News | Senin, 20 Juli 2026 | 17:55 WIB

Soal Persekusi Transpuan Bogor, Yusril Tegaskan Perpres 111 Bukan Legitimasi Tindakan Vigilante

Soal Persekusi Transpuan Bogor, Yusril Tegaskan Perpres 111 Bukan Legitimasi Tindakan Vigilante

News | Senin, 20 Juli 2026 | 17:54 WIB

60 Seconds to Tokyo Resmi Hadir di Banten, Aston Hadirkan Sensasi Kuliner Jepang Autentik

60 Seconds to Tokyo Resmi Hadir di Banten, Aston Hadirkan Sensasi Kuliner Jepang Autentik

Banten | Senin, 20 Juli 2026 | 17:54 WIB

×