Osas Saha Tak Menyangka Bisa Berseragam Timnas Indonesia

Syaiful Rachman | Adie Prasetyo Nugraha
Osas Saha Tak Menyangka Bisa Berseragam Timnas Indonesia
Pemain Tira-Persikabo Osas Saha menjawab pertanyaan wartawan di Stadion Pakansari, Rabu (14/8/2019). [Suara.com/Adie Prasetyo]

Osas Saha masuk dalam daftar pelatih timnas Indonesia Simon McMenemy.

Suara.com - Osas Saha menjadi salah satu pemain yang dipanggil oleh Pelatih Simon McMenemy untuk memperkuat timnas Indonesia di babak kualifikasi Piala Dunia 2022 melawan Malaysia dan Thailand. Pemain Tira-Persikabo itu mengaku tidak menyangka McMenemy tertarik dengan performanya di lapangan hijau.

Sebagaimana diketahui, Osas Saha merupakan salah satu pemain naturalisasi yang dipanggil oleh McMenemy. Pemain kelahiran Nigeria tersebut resmi menjadi WNI (Warga Negara Indonesia) sejak tahun 2018 lalu.

Sejak menjadi WNI, pemain berusia 32 tahun itu mengaku tidak pernah berambisi menjadi bagian dari skuat Garuda.

"Sebenarnya ya tidak (menyangka). Tapi bagi Tuhan ya tidak ada yang tidak mungkin," kata Osas Saha di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Rabu (14/8/2019).

"Sebenarnya tidak ya (ambisi masuk timnas). Tapi akhirnya saya punya kesempatan untuk banggakan tim yang saya bela ini dengan masuk tim nasional," jelasnya.

Ini merupakan pertama kalinya bagi Osas Saha berseragam Garuda. Oleh karena itu, ia sangat berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantunya bisa memperkuat tim nasional.

"Ya saya berterima kasih ke seluruh masyarakat, dan juga saya terima kasih sama coach (Rahmad Darmawan) yang sudah memberikan saya kepercayaan. Saya janji akan tampil all out bersama Timnas, semoga saya bisa memberikan kinerja yang terbaik," pungkasnya.

Penyerang Tira-Persikabo, Osas Saha merayakan gol. (Instagram/@officialpersikabo)
Penyerang Tira-Persikabo, Osas Saha merayakan gol. (Instagram/@officialpersikabo)

Tentang tempat utama di timnas, Osas mengaku tidak ambil pusing. Baginya, seluruh pemain yang dipanggil ke timnas wajib kompak tanpa merasa ada persaingan.

"Kita tidak ada persaingan ya karena kita berada dalam satu negara. Jadi kita semua adalah satu. Jadi semuanya ya satu, tidak ada lawan ataupun kawan di tim. Bagi saya tidak ada persaingan ya," pungkasnya.

Pertandingan melawan Malaysia akan berlangsung pada 5 September mendatang. Setelah itu pada 10 September 2019 timnas akan menghadapi Thailand. Kedua laga tersebut akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS