- Rachel/Febi dan Ana/Trias berada di bagan undian berbeda sehingga peluang terciptanya All Indonesian Final di Australian Open 2026 terbuka lebar.
- Pelatih Karel Mainaky melihat adanya peningkatan kepercayaan diri dan mental bertanding para pemain setelah hasil positif di Indonesia Open 2026.
- Kedua pasangan ganda putri Indonesia mengincar gelar juara di Sydney dengan modal penampilan impresif di turnamen level Super 1000 sebelumnya.
Suara.com - Harapan besar kini menyelimuti sektor ganda putri Indonesia untuk kembali mengukir sejarah manis dengan menciptakan laga puncak sesama wakil Merah Putih di ajang Australian Open 2026.
Peluang emas untuk mewujudkan All Indonesian Final tersebut terbuka lebar setelah dua pasangan andalan Indonesia dipastikan berada di bagan undian yang berbeda.
Turnamen level BWF World Tour Super 500 ini akan diselenggarakan di Quaycentre, Sydney, Australia, pada 9-14 Juni 2026.
Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum akan memulai perjuangan mereka dari bagan atas dengan menghadapi wakil Korea Selatan, Kim Yu Jung/Lee Yu Lim.
Di sisi lain, pasangan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari menempati bagan bawah dan akan menghadapi ganda putri Hong Kong, Nga Ting Yeung/Pui Lam Yeung.
Momen Penebusan dan Memori Indah 2025
![Ganda putri Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma dan Meilysa Trias Puspitasari lolos ke perempat final Indonesia Open 2026 usai bangkit mengalahkan unggulan Taiwan. Dukungan suporter dan strategi cerdas jadi kunci kemenangan. [Dok. PBSI]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/04/27725-febriana-dwipuji-kusuma-dan-meilysa-trias-puspitasari.jpg)
Kondisi undian yang menguntungkan ini membuka peluang bagi kedua pasangan untuk saling bertemu di partai final, seperti yang terjadi pada edisi tahun lalu.
Pada Australian Open 2025, Rachel/Febi sukses keluar sebagai juara setelah mengalahkan Ana/Trias melalui pertarungan tiga gim yang berlangsung ketat.
Optimisme tim pelatih semakin menguat menyusul performa impresif yang ditunjukkan para srikandi bulu tangkis Indonesia pada Indonesia Open 2026 pekan lalu.
Rachel/Febi berhasil melaju hingga babak semifinal sebelum akhirnya dihentikan oleh ganda putri nomor satu dunia asal China, Liu Sheng Shu/Tan Ning.
Sementara itu, pasangan Ana/Trias juga mencatatkan hasil yang tidak kalah impresif dengan menembus babak perempat final pada turnamen level Super 1000 tersebut.
Peningkatan Mentalitas di Bawah Arahan Karel Mainaky
Pelatih kepala ganda putri Indonesia, Karel Mainaky, menilai anak asuhnya telah mengalami perkembangan signifikan dari sisi mental dan kepercayaan diri.
Menurut Karel, para pemain mulai memiliki keyakinan tinggi dan tidak lagi merasa inferior saat menghadapi pemain-pemain elite dunia.
"Saya melihat memang ada progres dari anak-anak, sedikit demi sedikit," ungkap Karel Mainaky saat memberikan evaluasi di Istora Senayan beberapa waktu lalu.
Karel menekankan bahwa keberanian saat bertanding menjadi kunci utama agar para atlet mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya.
"Memang saya lagi berusaha agar mereka tidak memandang lawan itu siapa, sebelum kita kalah ya kita tarung dulu," tegas sang pelatih.
Program Latihan Khusus demi Menjaga Konsistensi
Untuk menghadapi tantangan di Sydney, setiap pasangan ganda putri telah dibekali program latihan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
Tim pelatih memberikan porsi latihan tambahan guna membenahi kelemahan yang masih kerap muncul, terutama menurunnya fokus saat memasuki poin-poin kritis di akhir pertandingan.
Capaian positif di Indonesia Open diyakini menjadi modal berharga bagi Rachel/Febi maupun Ana/Trias untuk kembali menunjukkan daya saing mereka di level internasional.
Meski peluang final sesama Indonesia terbuka lebar, kedua pasangan tetap dituntut tampil konsisten sejak putaran pertama.
Lawan-lawan yang dihadapi pada babak awal tetap memiliki kualitas yang tidak bisa dianggap remeh sehingga disiplin taktik akan menjadi faktor penting dalam meraih kemenangan.
Latar Belakang Turnamen Australian Open 2026
Australian Open merupakan salah satu turnamen penting dalam kalender BWF World Tour yang selalu menarik perhatian para pebulu tangkis dunia untuk mengumpulkan poin peringkat.
Penyelenggaraan di Sydney tahun ini menjadi sangat krusial bagi tim ganda putri Indonesia sebagai ajang pembuktian konsistensi prestasi setelah transisi kepelatihan dan program pembinaan yang baru.
Keberhasilan menciptakan final sesama wakil Indonesia tidak hanya akan menambah koleksi gelar, tetapi juga memperkuat posisi para pemain Indonesia di peringkat dunia BWF.