- Tim nasional Spanyol berhasil meraih gelar juara Piala Dunia pertama mereka pada tahun 2010 di Afrika Selatan.
- Spanyol kembali menjuarai Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Argentina di partai final yang berlangsung di Amerika Utara.
- Kesuksesan Spanyol di tahun 2026 mencatatkan rekor pertahanan solid dan menjadikannya tim pertama abad ini meraih dua gelar.
Suara.com - Tim nasional Spanyol, atau yang dikenal dengan julukan La Roja, telah menjadi salah satu kekuatan utama di dunia sepak bola internasional.
Pertanyaan “Berapa kali Spanyol juara Piala Dunia?” kini memiliki jawaban yang lebih manis: dua kali, yaitu pada tahun Piala Dunia 2010 dan Piala Dunia 2026.
Kemenangan terbaru ini menjadikan Spanyol sebagai juara bertahan Piala Dunia FIFA 2026 setelah mengalahkan Argentina di final.
Perjalanan Menuju Gelar Pertama: Piala Dunia 2010
Sebelum 2010, Spanyol sering disebut sebagai tim yang “kurang beruntung” di Piala Dunia. Mereka kerap tampil impresif di level Eropa seperti juara Euro 2008, tetapi di panggung dunia, prestasi terbaik mereka hanya finis keempat pada 1950. Semua berubah di Afrika Selatan 2010.
Di bawah asuhan Vicente del Bosque, Spanyol tampil dengan gaya tiki-taka yang indah dan efektif. Mereka lolos dari grup meski kalah di laga pembuka melawan Swiss, kemudian menang dramatis 1-0 di babak gugur melawan Portugal, Paraguay, dan Jerman.
Puncaknya adalah final melawan Belanda di Johannesburg pada 11 Juli 2010. Gol semata wayang Andrés Iniesta di menit ke-116 babak perpanjangan waktu membawa Spanyol meraih gelar juara dunia pertama mereka.
Kemenangan ini bukan hanya soal trofi, tapi juga era keemasan sepak bola Spanyol. Generasi emas yang dipimpin Xavi, Iniesta, Casillas, Puyol, dan Villa berhasil menyatukan talenta dari Real Madrid dan Barcelona menjadi mesin tak terhentikan.
Kemenangan Kedua yang Dramatis: Piala Dunia 2026
Setelah 16 tahun menunggu, Spanyol kembali ke puncak dunia di Piala Dunia 2026 yang digelar di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat. Di bawah pelatih Luis de la Fuente, La Roja tampil dominan sepanjang turnamen.
Mereka menyelesaikan turnamen dengan rekor luar biasa: 7 kemenangan, 1 imbang, 0 kekalahan dalam 8 pertandingan, mencetak 14 gol dan hanya kebobolan 1 gol. Ini menjadikan pertahanan Spanyol sebagai yang paling solid di antara semua juara Piala Dunia sepanjang sejarah.
Perjalanan mereka:
- Grup H: Imbang 0-0 vs Cape Verde, menang 4-0 vs Arab Saudi, dan 1-0 vs Uruguay.
- Babak 32 besar: 3-0 vs Austria.
- Babak 16 besar: 1-0 vs Portugal.
- Perempat final: 2-1 vs Belgia.
- Semifinal: 2-0 vs Prancis.
- Final: Spanyol 1-0 Argentina — Gol kemenangan dicetak Ferran Torres di menit ke-106 babak perpanjangan waktu. Argentina bermain dengan 10 orang setelah kartu merah Enzo Fernández.
Kemenangan ini sangat istimewa karena Spanyol menjadi tim pertama abad ini yang juara Piala Dunia dua kali, serta berhasil meraih gelar dunia pria dan wanita secara bersamaan.
Pemain muda seperti Lamine Yamal (19 tahun) menjadi sorotan setelah menjadi pemain di bawah 20 tahun pertama yang juara Euro dan Piala Dunia. Rodri dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Turnamen.
Statistik Lengkap Spanyol di Piala Dunia
Spanyol telah berpartisipasi sebanyak 17 kali dari 23 edisi Piala Dunia (hingga 2026). Berikut rekor keseluruhan mereka:
- Jumlah pertandingan: 74
- Menang: 37
- Imbang: 18
- Kalah: 19
- Gol cetak: 121
- Gol kebobolan: 76
- Prestasi terbaik: Juara (2010 & 2026)
- Finis keempat: 1950
Spanyol juga pernah menjadi tuan rumah pada 1982. Rekor kemenangan terbesar mereka adalah 7-0 melawan Kosta Rika (2022), sementara kekalahan terbesar adalah 1-6 dari Brasil (1950).
Evolusi dan Warisan Spanyol
Dari tim yang sering underachiever di pentas dunia menjadi juara ganda, perjalanan Spanyol mencerminkan transformasi sepak bola modern.
Gaya permainan possession-based yang mereka populerkan sejak akhir 2000-an telah menginspirasi banyak tim lain.
Kini, dengan generasi baru yang dipimpin Yamal, Pedri, Nico Williams, dan Rodri, masa depan La Roja terlihat semakin cerah—terutama karena mereka juga akan menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia 2030.
Kemenangan dua gelar Piala Dunia ini bukan hanya milik para pemain, tapi juga seluruh rakyat Spanyol yang telah menunggu lama. Dari Ibukota Madrid hingga Barcelona, hingga kota-kota kecil di Andalusia, pesta merah-kuning meramaikan jalanan setiap kali trofi Piala Dunia diangkat.
