facebook

Zidane Minta Pemainnya Gunakan Kepala Saat Lawan VfL Wolfsburg

Esti Utami
Zidane Minta Pemainnya Gunakan Kepala Saat Lawan VfL Wolfsburg
Tugas berat dihadapi pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, karena harus meramu strategi yang tepat untuk bisa menang minimal tiga gol tanpa balas di leg kedua nanti [Reuters/Fabian Bimmer]

Ia mengakui timnya dalam atmosfer penuh semangat untuk membalik ketertinggalan 0-2 dari Wolfsburg.

Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane meminta pemainnya bermain dengan kesabaran saat melawan VfL Wolfsburg, untuk membalikkan ketinggalan 0-2 pada pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions pada Selasa (12/4/2016) besok.

Para pemain Real telah menghidupkan atmosfer sebelum pertandingan di Bernabeu, di mana bek Dani Carvajal mengatakan pertandingan itu akan seperti perang. Namun, Zidane mencemaskan para pemainnya akan terlalu bergairah sepanjang pertandingan.

"Terdapat banyak pesan mengenai membakar semangat kami, namun kami memerlukan hal yang sebaliknya, ini merupakan pertandingan yang sangat penting dan kami harus menggunakan kepala kami," ucap Zidane pada konferensi pers yang berlangsung Senin (11/4/2016).

"Kami tidak akan memenangi pertandingan dalam sepuluh atau 5 menit, dan mereka dapat benar-benar menjadi hal-hal yang rumit jika mereka mencetak gol. Apapun dapat terjadi dalam sepak bola, namun kami harus berkonsentrasi dari menit pertama. Di atas segalanya kami perlu untuk bermain sepak bola," tambahnya.

"Mereka (Wolfsburg) akan memulainya dengan intensitas dan kami memerlukan intensitas yang sama dan itu akan ditentukan dengan bola, bagaimana kami bertarung dan berlari. Semuanya akan melakukan hal itu namun hal terpenting adalah kami bermain sepak bola."

Zidane mengonfirmasi bahwa penyerang Karim Benzema akan ditampilkan sejak awal, setelah terpaksa ditarik keluar pada babak pertama di Wolfsburg Arena karena cedera lutut dan absen ketika Real menang 4-0 atas Eibar pada Sabtu (9/4/2016).

Zidane merupakan bagian dari tim Real yang membalikkan kekalahan pada leg pertama di putaran gugur Liga Champions, menginspirasi kemenangan 2-0 atas Bayern Munich pada pertandingan leg kedua perempat final pada 2002 dalam perjalan mereka untuk mengangkat trofi.

"Saya ingat bahwa kami memenangi pertandingan, klub ini selalu memiliki kebangkitan-kebangkitan yang luar biasa dan pertandingan besok merupakan kesempatan untuk (kebangkitan) yang lainnya," tutur Zidane.

"Saya tidak perlu berkata terlalu banyak kepada para pemain karena mereka tahu pasti apa yang dipertaruhkan. Saya telah melihat wajah-wajah para pemain, mereka sangat fokus terhadap pertandingan dan itulah yang paling penting."

Suara.com - Saat ditanyai apakah kesulitan untuk mengalahkan Wolfsburg dengan setidaknya tiga gol akan membuat tersingkir dari turnamen ini menjadi lebih mudah untuk diterima, Zidane memberikan respon menantang.

"Tim ini tidak pernah dipersiapkan untuk tidak melaju, kami selalu siap untuk meneruskannya dan kami selalu ingin memenangi lebih, terdapat alasan mengapa kami merupakan tim dengan Piala Eropa terbanyak," ucapnya. (Antara/Reuters)