Waspada! Hoaks Mudik Gratis BRI dan BRImo Berhadiah, Incar Data Pribadi Nasabah
Suara.com - Kejahatan siber yang semakin menjamur perlu diwaspadai terutama saat momen-momen penting seperti Ramadhan dan musim mudik Lebaran. Baru-baru ini, beredar dua hoaks di media sosial yang mengatasnamakan BRI, yaitu terkait program mudik gratis dan kupon hadiah BRImo FSTVL Ramadan.
Pelaku mengirimkan tautan palsu yang bertujuan mengumpulkan data pribadi calon korban. Kedua hoaks tersebut beredar luas di media sosial, mengiming-imingi keuntungan yang besar bagi masyaraka yang mengikuti petunjuk yang diberikan.
Penipuan semacam ini biasanya didesain untuk terlihat meyakinkan, sehingga tanpa sadar, banyak orang yang terjebak dan memasukkan data pribadi mereka, yang kemudian dimanfaatkan oleh pelaku untuk tindakan kriminal.
Jika korban terpancing dan mengklik tautan yang diberikan, identitas dan data-data pribadi korban akan mudah dibobol, yang berakibat akses ilegal ke rekening perbankan.
Keberadaan hoaks semacam ini menunjukkan pentingnya kesadaran digital serta kemampuan untuk membedakan antara informasi asli dan penipuan.
Berikut adalah penjelasan tentang dua kasus hoaks terbaru yang mengatasnamakan BRI dan langkah-langkah yang dapat diambil untuk melindungi diri dari modus penipuan serupa.
Hoaks Mudik Gratis BRI 2025
Sebuah unggahan yang viral di Facebook menyebutkan bahwa BRI mengadakan program mudik gratis tahun 2025 dengan beberapa rute, seperti Jakarta-Yogyakarta, Jakarta-Wonogiri, dan Jakarta-Surabaya.
Unggahan tersebut menyertakan tautan yang diklaim sebagai situs pendaftaran resmi untuk program tersebut.
Namun, setelah dilakukan verifikasi, informasi tersebut terbukti hoaks. Tautan yang disebarkan dalam unggahan tersebut ternyata mengarah ke situs yang tidak resmi dan meminta pengunjung untuk memasukkan data pribadi.
Tindakan ini merupakan modus yang sering digunakan oleh pelaku penipuan untuk mencuri informasi penting seperti nomor telepon, alamat email, dan bahkan data perbankan.
BRI sendiri memang memiliki program mudik gratis, tetapi pendaftarannya hanya dilakukan melalui situs resmi BRI di bri.co.id.
Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk selalu memastikan kebenaran informasi sebelum mengklik tautan yang mencurigakan dan tidak sembarangan membagikan data pribadi di situs yang tidak terverifikasi.
Hoaks Kupon Hadiah BRImo FSTVL Ramadan
Selain penipuan berkedok mudik gratis, beredar juga hoaks mengenai program pembagian kupon hadiah BRImo FSTVL Ramadan.
Hoaks ini muncul dalam bentuk unggahan di Facebook dari akun yang mengatasnamakan BRI. Dalam unggahan tersebut, pengguna diarahkan untuk mengunjungi tautan tertentu guna mendaftar dan mendapatkan kupon hadiah.
Mengutip dari situs resmi Polri, informasi ini juga merupakan hoaks. Direktur BRI, Andrijanto, telah mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan informasi pribadi atau data perbankan seperti nomor rekening, nomor kartu, PIN, username dan password internet banking, OTP, serta informasi sensitif lainnya kepada situs yang tidak terverifikasi.
Para pelaku kejahatan siber semakin cerdik dalam meniru komunikasi resmi perbankan, sehingga sering kali sulit membedakan antara informasi resmi dan penipuan.
Sama seperti program mudik gratis, segala informasi terkait promo atau program dari BRI hanya diumumkan melalui situs resmi bri.co.id dan akun media sosial resmi @bankbri_id.
Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk selalu melakukan verifikasi sebelum mempercayai informasi yang beredar di media sosial.
Cara Menghindari Penipuan Online
Agar terhindar dari modus penipuan seperti ini, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan:
1. Cek Sumber Informasi
Pastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi, seperti situs web atau media sosial resmi BRI.
2. Jangan Klik Tautan Sembarangan
Hindari mengklik tautan atau link yang mencurigakan, terutama jika berasal dari pesan dari nomor yang tidak dikenal.
3. Jangan Sembarangan Memberikan Data Pribadi
BRI tidak pernah meminta nasabah untuk memberikan data pribadi melalui tautan atau pesan di luar kanal resmi. Keamanan data pribadi adalah faktor penting dalam menjaga diri dari berbagai bentuk penipuan online.
4. Laporkan ke Pihak Berwenang
Jika menemukan informasi mencurigakan, segera laporkan ke BRI atau pihak berwenang agar bisa ditindaklanjuti.
Dengan meningkatnya kewaspadaan dan pemahaman tentang modus penipuan digital, masyarakat dapat lebih aman dalam bertransaksi dan terhindar dari ancaman kejahatan siber.
Kontributor : Dini Sukmaningtyas