Intip Bunga Deposito BRI yang Pecah Telur di Tenor Jangka Pendek!

Intip Bunga Deposito BRI yang Pecah Telur di Tenor Jangka Pendek!


Suara.com - Di tengah dinamika pasar keuangan global yang kian menantang, deposito tetap mengukuhkan posisinya sebagai instrumen investasi primadona bagi masyarakat Indonesia.

Daya tarik utamanya terletak pada kombinasi fundamental antara keamanan aset, kepastian nilai imbal hasil, serta stabilitas yang sulit ditemukan pada aset berisiko tinggi.

Berbeda dengan pasar saham atau aset kripto yang kerap diguncang volatilitas ekstrem, deposito menawarkan ketenangan pikiran karena nilai pokok investasi tidak akan tergerus oleh fluktuasi pasar.

Faktor keamanan menjadi pilar utama mengapa deposito terus diminati. Setiap dana yang ditempatkan nasabah di perbankan nasional mendapatkan perlindungan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Hal ini memberikan jaring pengaman yang kuat bagi investor, terutama mereka yang memiliki profil risiko konservatif. Selain itu, suku bunga yang ditawarkan deposito secara umum lebih kompetitif dibandingkan tabungan konvensional, dengan besaran keuntungan yang sudah dikunci dan diketahui nasabah sejak awal masa kontrak.

Keunggulan lainnya adalah fleksibilitas tenor yang sangat beragam. Nasabah memiliki keleluasaan untuk menentukan jangka waktu simpanan, mulai dari jangka pendek selama 1 bulan hingga jangka menengah-panjang mencapai 12 bulan atau lebih.

Fleksibilitas ini memungkinkan masyarakat untuk menyelaraskan rencana keuangan mereka dengan target kebutuhan dana di masa depan.

Memasuki kuartal pertama tahun 2026, kondisi ekonomi nasional terpantau cukup stabil. Keputusan strategis Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) di level 4,75% memainkan peran vital dalam menjaga imbal hasil simpanan di sektor perbankan.

Langkah BI ini merupakan upaya terukur untuk menyeimbangkan stabilitas nilai tukar Rupiah sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi domestik.

Dengan suku bunga acuan yang tetap, industri perbankan memiliki ruang likuiditas yang memadai untuk menawarkan bunga deposito yang menarik tanpa membebani biaya dana (cost of fund).

Hingga akhir Maret 2026, para analis mengamati bahwa kebijakan moneter yang stabil ini memberikan kepastian bagi para deposan untuk tetap mendapatkan keuntungan yang kompetitif di tengah upaya penekanan inflasi.

Suku Bunga BRI

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), yang kini telah bertransformasi penuh menjadi bank universal dengan identitas kuat, tercatat masih mempertahankan tarif bunga deposito yang sangat kompetitif. BRI menawarkan suku bunga dalam rentang 2,50% hingga 3,00% per tahun.

Menariknya, BRI memberikan apresiasi lebih bagi nasabah yang mengambil tenor pendek, di mana suku bunga tertinggi sebesar 3,00% justru ditetapkan untuk jangka waktu 1 bulan dan 3 bulan.

Untuk tenor yang lebih panjang, BRI menetapkan penyesuaian yang proporsional guna menjaga likuiditas. Nasabah yang memilih tenor 6 bulan akan mendapatkan bunga sebesar 2,75%, sedangkan untuk tenor jangka panjang seperti 12 bulan dan 24 bulan, suku bunga berada di level 2,50%.

Sebagai perbandingan, bank besar lain seperti BNI dan Mandiri mematok bunga di kisaran 2,25% hingga 2,75% pada periode yang sama.

BRI juga memperluas aksesibilitas bagi masyarakat melalui berbagai kanal pendaftaran. Bagi nasabah yang lebih nyaman melakukan transaksi tatap muka, pembukaan deposito melalui unit kerja BRI dimulai dengan setoran awal sebesar Rp10 juta.

Namun, sejalan dengan semangat digitalisasi, nasabah dapat memanfaatkan layanan internet banking untuk membuka deposito dengan modal yang jauh lebih terjangkau, yakni mulai dari Rp1 juta hingga maksimal Rp100 juta.

Kondisi ini memberikan perlindungan imbal hasil yang pasti, mengingat jaminan LPS saat ini berada di level 4,25%. Ke depan, stabilitas kebijakan moneter diharapkan mampu memperkuat ketahanan perbankan nasional dalam menghadapi ketidakpastian global.

Kontributor : Rizqi Amalia


Copyright © 2026 Suara.com - BRI. All rights reserved.