BRI Konsisten Perkuat Operasional Perbankan Hijau dan Tekan Emisi Karbon

BRI Konsisten Perkuat Operasional Perbankan Hijau dan Tekan Emisi Karbon


Suara.com - Momentum Earth Hour yang baru saja diperingati kembali menjadi pengingat pentingnya aksi kolektif dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Meski aksi simbolis mematikan lampu telah usai, semangat untuk menghemat energi dan menekan emisi karbon kini diintegrasikan secara permanen dalam aktivitas operasional dunia usaha, termasuk di sektor perbankan.

Sejak diinisiasi pada 2007, Earth Hour telah berkembang menjadi gerakan global di lebih dari 180 negara. Di Indonesia, aksi mematikan lampu selama satu jam ini tercatat mampu menghemat beban listrik hingga 300 MW.

Angka tersebut setara dengan kebutuhan listrik untuk 200 ribu rumah atau sekitar 700 ribu jiwa, yang membuktikan bahwa langkah sederhana secara massal memberikan dampak signifikan bagi bumi.

Sejalan dengan semangat efisiensi energi tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat integrasi prinsip keberlanjutan dalam aktivitas operasionalnya.

Langkah nyata dilakukan melalui pengelolaan energi di lingkungan kerja, mulai dari penggunaan teknologi lampu LED, optimalisasi penggunaan lift, hingga pembiasaan mematikan perangkat elektronik saat tidak digunakan.

Direktur Legal & Compliance BRI, Mahdi Yusuf, menyatakan bahwa bagi BRI, keberlanjutan bukan sekadar program seremonial, melainkan bagian dari aktivitas kerja sehari-hari.

“Di BRI, keberlanjutan dijalankan sebagai bagian dari aktivitas kerja sehari-hari. Langkah ini tidak hanya berkontribusi pada penurunan emisi, tetapi juga membentuk budaya kerja yang lebih sadar terhadap dampak lingkungan. Keberlanjutan menjadi landasan strategis bagi Perseroan dalam menjalankan bisnis secara bertanggung jawab,” ungkap Mahdi.

BRI juga secara masif mengembangkan konsep green building dan digitalisasi layanan untuk mengurangi jejak karbon.

Melalui implementasi Green Network, hingga akhir tahun 2025, BRI telah mencatatkan sejumlah pencapaian konkret dalam pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) dan armada ramah lingkungan:

Instalasi Panel Surya: Telah terpasang di 152 unit kerja BRI di seluruh Indonesia.

Kendaraan Ramah Lingkungan: Mengoperasikan 926 unit kendaraan operasional rendah emisi.

Penurunan Emisi: Inisiatif ini berhasil menurunkan emisi operasional sebesar 9,6% dibandingkan dengan tahun dasar (baseline year) 2022.

Selain itu, melalui program Zero Waste to Landfill, BRI berhasil menghindari emisi sebesar 746,4 ton CO2e melalui pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.

Restorasi Lingkungan Melalui Program BRI Grow and Green

Tanggung jawab lingkungan BRI juga menyentuh aspek restorasi ekosistem. Melalui program BRI Grow and Green, perseroan aktif melakukan kegiatan penanaman mangrove di berbagai wilayah pesisir. Hingga tahun 2025, tercatat sebanyak 65.300 pohon mangrove telah ditanam.

Program restorasi ini diproyeksikan memiliki potensi pengurangan emisi karbon sekitar 43,43 ton CO2e setiap tahunnya.

Mahdi menambahkan bahwa seluruh inisiatif ini mencerminkan komitmen perseroan dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) secara konsisten.

“BRI berkomitmen menjaga keseimbangan antara kinerja bisnis dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Melalui berbagai inisiatif yang dijalankan secara konsisten, Perseroan terus memperkuat penerapan prinsip ESG dalam mendukung pembangunan berkelanjutan serta menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” pungkasnya.


Copyright © 2026 Suara.com - BRI. All rights reserved.