BRI Perkokoh Dominasi Penyaluran Kredit Kerakyatan Pertumbuhan KUR dan UMi di NTT

BRI Perkokoh Dominasi Penyaluran Kredit Kerakyatan Pertumbuhan KUR dan UMi di NTT


Suara.com - Aktivitas ekonomi kerakyatan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan tren positif pada pembukaan tahun 2026.

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi NTT melaporkan peningkatan signifikan pada akses pembiayaan bagi pelaku usaha, baik melalui skema pembiayaan Ultra Mikro (UMi) maupun Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Kepala Kanwil DJPb NTT, Adi Setiawan, mengungkapkan bahwa hingga 28 Februari 2026, sebanyak 6.036 unit usaha di NTT telah mengakses fasilitas kredit UMi dengan total nilai mencapai Rp35,20 miliar.

Penyaluran ini didominasi oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM) yang mengucurkan Rp25,03 miliar kepada 4.314 debitur.

"Penyaluran terbesar pada Februari 2026 berada di Kabupaten Manggarai Timur sebesar Rp3,36 miliar, disusul Kabupaten Manggarai sebesar Rp3,23 miliar," jelas Adi di Kupang, Selasa.

Selain pembiayaan mikro, performa Kredit Usaha Rakyat (KUR) di NTT juga mencatatkan pertumbuhan yang impresif. Total penyaluran KUR pada periode Januari-Februari 2026 mencapai Rp483,0 miliar untuk 9.455 debitur. Angka ini tumbuh sebesar 13,7 persen secara tahunan (year-on-year) dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dalam capaian tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali mengukuhkan posisinya sebagai motor penggerak utama ekonomi kerakyatan di NTT. BRI tercatat sebagai penyalur KUR terbesar dengan nilai mencapai Rp385,01 miliar yang menjangkau 8.735 debitur.

Dominasi BRI ini jauh melampaui lembaga perbankan lainnya, seperti Bank BNI (Rp35,67 miliar), Bank Mandiri (Rp35,14 miliar), Bank BTN (Rp21,25 miliar), dan Pegadaian (Rp3,06 miliar).

Peran sentral BRI ini dinilai krusial dalam memperluas inklusi keuangan bagi pelaku usaha kecil di wilayah kepulauan tersebut.

Sektor Perdagangan Masih Mendominasi

Dari sisi skema, KUR Mikro menjadi instrumen yang paling diminati dengan total penyaluran Rp350,43 miliar untuk 8.937 debitur. Sektor perdagangan besar dan eceran masih menjadi sektor utama yang menyerap pembiayaan ini dengan porsi sebesar 47,17 persen untuk KUR, dan bahkan mencapai 81,87 persen pada skema UMi.

Selain sektor perdagangan, sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial mulai menunjukkan pertumbuhan dengan kontribusi 7,48 persen dari total penyaluran pembiayaan mikro.

Meski sektor perdagangan masih mendominasi, pemerintah melalui Kanwil DJPb NTT berkomitmen untuk terus mendorong penyaluran kredit yang lebih inklusif ke sektor-sektor produktif lainnya. Hal ini dilakukan guna memperkuat struktur ekonomi daerah yang berbasis pada potensi lokal.

"Pemerintah terus mendorong penyaluran KUR dan UMi agar menjangkau sektor-sektor potensial di NTT, seperti pertanian, peternakan, kelautan, dan perikanan," pungkas Adi.

Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas masyarakat NTT di berbagai pelosok, terutama di daerah yang saat ini masih mencatatkan penyaluran rendah seperti Kabupaten Rote Ndao dan Sumba Tengah.


Copyright © 2026 Suara.com - BRI. All rights reserved.