BRI Bina Lebih dari 43 Ribu Klaster Usaha hingga Lewat 'Klasterku Hidupku'
Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus memperkokoh perannya sebagai agent of development dengan memperluas jangkauan pemberdayaan masyarakat.
Hingga Maret 2026, melalui inisiatif "Klasterku Hidupku", BRI tercatat telah membina sebanyak 43.789 klaster usaha di seluruh penjuru Indonesia.
Program ini tidak hanya fokus pada suntikan modal, tetapi juga didukung oleh sekitar 3.000 kegiatan pemberdayaan yang komprehensif, mulai dari pelatihan manajerial hingga penyediaan sarana dan prasarana produksi yang krusial bagi pelaku usaha di daerah.
Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menegaskan bahwa pendekatan berbasis komunitas atau klaster jauh lebih efektif dibandingkan pendampingan individu. Menurutnya, pola ini tidak hanya menyentuh aspek finansial, tetapi juga mengubah perilaku, meningkatkan kapasitas, serta memperluas jejaring usaha secara kolektif.
"Pemberdayaan berbasis komunitas menyasar aspek kapasitas dan jejaring usaha secara bersama-sama. Melalui skema klaster, BRI menghadirkan akses pembiayaan sekaligus memperkuat koneksi antar pelaku usaha dalam satu ekosistem yang saling mendukung," jelas Akhmad dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (24/4/2026).
Data menunjukkan bahwa mayoritas klaster yang dibina BRI bergerak di sektor riil. Sebanyak 82,39 persen merupakan klaster sektor produksi, di mana sektor pertanian menjadi kontributor terbesar dengan porsi 48,26 persen. Sementara itu, sektor non-produksi menyumbang sebesar 17,61 persen.
Pemilihan fokus pada sektor pertanian dan produksi ini sejalan dengan misi BRI untuk mendorong kemandirian pangan dan menciptakan nilai tambah pada komoditas lokal. Dengan pengelompokan berdasarkan kesamaan sektor dan wilayah, lahir rantai nilai yang lebih terintegrasi sehingga kapasitas produksi nasional dapat meningkat secara kolektif.
Integrasi Layanan Keuangan Digital
Keberhasilan program "Klasterku Hidupku" juga tercermin dari tingginya inklusi keuangan di tingkat komunitas. Dari total 508 ribu anggota klaster:
- 87,7 persen telah memiliki rekening resmi di BRI.
- Mayoritas anggota telah terhubung dengan fasilitas pembiayaan guna menjamin keberlanjutan operasional usaha mereka.
Ekosistem Pemberdayaan yang Terpadu
Untuk memastikan dampak yang berkelanjutan, BRI mengintegrasikan program klaster ini dengan berbagai inisiatif lainnya hingga Maret 2026:
- Desa BRILiaN: Telah menjangkau 5.245 desa di seluruh Indonesia.
- Rumah BUMN: BRI mengelola 54 Rumah BUMN yang telah memberikan 18.218 pelatihan bagi lebih dari 559 ribu pelaku UMKM.
- LinkUMKM: Platform digital pemberdayaan UMKM milik BRI ini telah menembus 15,57 juta pengguna.
Seluruh langkah ini dilakukan secara terintegrasi untuk memastikan UMKM lokal tidak hanya tumbuh, tetapi juga memiliki daya saing tinggi untuk menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi kerakyatan nasional.