Harga Mobil Listrik Tetap Murah Meski Ada Kebijakan Baru? Begini Kata BRI Finance
Suara.com - Langkah strategis Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang memberlakukan pembebasan pajak bagi kendaraan listrik mendapat respons positif dari pelaku industri pembiayaan.
PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) menilai kebijakan stimulus fiskal ini dapat menjadi pemantik utama bagi masyarakat untuk beralih ke moda transportasi ramah lingkungan, sekaligus membuka keran pertumbuhan portofolio pembiayaan hijau (green financing) di sektor multifinance.
Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengungkapkan bahwa insentif pembebasan pajak ini memberikan dampak instan pada peta preferensi konsumen.
Kebijakan tersebut diyakini mampu mendongkrak minat beli masyarakat terhadap ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV) yang saat ini infrastrukturnya tengah dibangun secara masif di tanah air.
“Insentif pajak tentu menjadi nilai tambah bagi masyarakat yang sedang mempertimbangkan kendaraan listrik sebagai pilihan mobilitas sehari-hari. Bagi industri pembiayaan, ini juga menjadi peluang untuk memperbesar portofolio green financing yang saat ini terus berkembang,” papar pria yang akrab disapa Dhani tersebut.
Ia menambahkan, tren adopsi kendaraan listrik di dalam negeri terus menunjukkan grafik yang menjanjikan.
Lonjakan ini tidak hanya disokong oleh intervensi regulasi dari pemerintah pusat maupun daerah, melainkan juga didorong oleh pergeseran pola pikir masyarakat yang kian peduli terhadap isu lingkungan hidup dan keberlanjutan.
Meskipun pangsa pasar EV masih berada dalam fase penetrasi bertahap, Dhani optimis bahwa ceruk pasar ini akan terus membesar dalam jangka panjang.
Menurutnya, transisi menuju kendaraan bebas emisi memiliki arah perkembangan yang sangat terukur berkat dukungan regulasi yang kuat dari hulu hingga hilir.
Guna menangkap momentum pertumbuhan ini, anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tersebut terus memperluas jaringan bisnisnya.
BRI Finance aktif membangun kolaborasi strategis dengan berbagai jaringan agen tunggal pemegang merek (ATPM), dealer resmi, serta mitra utama di industri otomotif nasional.
Secara simultan, perseroan juga memperkuat kanal pemasaran digital maupun konvensional guna menjangkau calon konsumen potensial secara lebih efektif. Di sisi lain, ekspansi agresif ini tetap dibarengi dengan penerapan prinsip kehati-hatian (prudential underwriting) demi menjaga kualitas aset pembiayaan agar tetap sehat dan terukur.
Keseriusan BRI Finance dalam menggarap sektor ini tecermin dari realisasi kinerjanya. Hingga akhir triwulan pertama atau Maret 2026, penyaluran pembiayaan untuk segmen kendaraan listrik di BRI Finance mencatatkan lonjakan fantastis hingga 13,74 kali lipat bila disandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Kendati grafik pertumbuhannya melesat tajam, perseroan mencatat bahwa porsi pembiayaan untuk kendaraan bermotor konvensional (berbahan bakar fosil) masih mendominasi struktur portofolio internal perusahaan saat ini.
Secara makro, tren akselerasi pembiayaan ramah lingkungan ini juga tercermin di tingkat industri multifinance nasional.
Berdasarkan data berkala yang dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total penyaluran kredit untuk sektor kendaraan listrik oleh perusahaan pembiayaan di Indonesia berhasil menembus angka Rp22,5 triliun per Maret 2026. Angka akumulatif tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 35,27 persen jika dihitung secara tahunan (year-on-year/YoY).