Kisah Mantri BRI Bertaruh Nyawa Demi Layanan Perbankan untuk Masyarakat Pulau Kelang

Kisah Mantri BRI Bertaruh Nyawa Demi Layanan Perbankan untuk Masyarakat Pulau Kelang


Suara.com - Di bawah lajunya perubahan cuaca di wilayah Kepulauan Maluku, sebuah perahu bahan fiber tampak membelah laju gelombang laut di kawasan Selat Haya.

Di atas perahu tersebut, berdiri seorang perempuan bernama Asti Alimin yang menatap tajam ke arah garis cakrawala. Asti merupakan seorang Mantri BRI yang bertugas di bawah pungan BRI Kantor Cabang Masohi dari Unit Piru, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku.

Perjalanan yang ditempuh Asti saban harinya bukanlah perjalanan dinas kantor pada umumnya. Sejak mengemban amanah pengabdian pada tahun 2020, ia memikul tanggung jawab membuka dan mengelola akses perbankan di wilayah kepulauan yang didominasi oleh lautan. Salah satu area dengan tingkat geografis paling menantang yang ditanganinya adalah Pulau Kelang.

"Ada satu pulau yang baru kami buka layanannya karena banyak permohonan masyarakat yang selama ini terkendala jarak," kata Asti.

Untuk menjangkau Pulau Kelang dari kantornya di Piru, Asti harus menempuh perjalanan darat selama satu jam menuju titik penyeberangan Waesala.

Dari pelabuhan rakyat Waesala, perjalanan dilanjutkan menggunakan perahu menyeberangi lautan selama satu jam untuk sampai di pulau utama. Waktu tempuh perjalanan bisa bertambah satu jam lagi apabila ia harus mengunjungi perkampungan lain yang tersebar di wilayah kepulauan tersebut.

Tantangan terbesar yang dihadapi Asti di laut adalah kemunculan musim barat dan musim timur. Saat musim barat tiba, gelombang tinggi di perairan Waesala hingga Selat Hayacoba kerap mengancam keselamatan, sehingga membutuhkan kehati-hatian ekstra saat melaut.

Sikap pantang menyerah yang dimiliki Asti dilandasi oleh kenangan masa lalunya. Saat masih berada di bangku kuliah, ia menyaksikan sanak keluarganya di pulau kesulitan memperoleh modal usaha karena harus menyeberang ke kota Ambon atau Masohi dengan risiko ditolak oleh pihak perbankan akibat faktor geografis.

Selain itu, banyak warga pulau yang menjadi korban penipuan oleh oknum tidak bertanggung jawab yang menjanjikan pinjaman modal.

"Itu yang jadi motivasi saya. Kasihan orang-orang ini, mereka mampu bekerja tapi mereka ditipu," ungkapnya.

Memulai pekerjaannya di Pulau Kelang, Asti terlebih dahulu membangun ekosistem BRILink Agen agar masyarakat memiliki sarana transaksi terdekat.

Setelah itu, ia perlahan memberikan edukasi dan literasi keuangan, mulai dari mengajak warga berhenti menyimpan uang di bawah kasur yang rentan rusak dimakan tikus, mengajari penggunaan aplikasi BRImo, hingga menjelaskan perbedaan lembaga keuangan resmi dengan rentenir.

Kegigihan Asti kini membuahkan hasil nyata. Dari kondisi awal tanpa nasabah, ia kini berhasil mengelola lebih dari 700 debitur di wilayah tugasnya. Kehadiran program Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI yang dibawanya telah mengubah tatanan ekonomi masyarakat lokal.

Nelayan di Pulau Kelang kini mampu membeli mesin perahu berkapasitas lebih besar, sehingga dapat menjual hasil tangkapan laut dan komoditas bumi seperti jahe, kunyit, serta minyak kayu putih secara langsung ke Kota Ambon tanpa bergantung pada tengkulak.

Kehadiran modal usaha tersebut juga berdampak positif pada peningkatan kualitas hidup keluarga di desa. Di salah satu kampung, tercatat ada 28 pemuda yang berhasil lolos menjadi anggota TNI karena orang tua mereka memiliki kesiapan finansial untuk mendukung biaya persiapan anak-anak mereka.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengapresiasi tinggi dedikasi yang ditunjukkan para petugas lapangan perbankan seperti Asti Alimin. Kehadiran Mantri BRI di pelosok Nusantara menjadi pilar penting dalam mewujudkan pemerataan inklusi keuangan nasional.

“Kisah Asti Alimin menjadi cerminan semangat para Mantri BRI dalam menghadirkan layanan keuangan hingga ke pelosok negeri. Di tengah keterbatasan akses dan tantangan alam, BRI membuktikan bahwa selain membuka akses terhadap layanan perbankan, inklusi keuangan juga menghadirkan harapan, mendorong kemandirian, dan membuka peluang bagi masyarakat untuk tumbuh bersama,” pungkas Dhanny.


Copyright © 2026 Suara.com - BRI. All rights reserved.