Penyalur KUR Perumahan Tertinggi, BRI Dukung Pemerintah Naikkan Plafon Anggaran

Penyalur KUR Perumahan Tertinggi, BRI Dukung Pemerintah Naikkan Plafon Anggaran


Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali membuktikan peran dominannya dalam mendukung program-program strategis pemerintah.

Berkat kinerja impresifnya sebagai penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan tertinggi di tanah air, BRI berhasil mendorong pemerintah untuk meningkatkan total plafon KUR Perumahan nasional secara signifikan dari Rp36 miliar menjadi Rp50 miliar.

Apresiasi tinggi disampaikan langsung oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, saat melakukan kunjungan lapangan bersama manajemen BRI di Surabaya, Jawa Timur, Senin.

"Dari seluruh program KUR yang ada, hanya KUR Perumahan yang plafonnya dinaikkan dari Rp36 miliar menjadi Rp50 miliar. Ini tidak mungkin terjadi tanpa kerja keras BRI. Atas nama negara dan pemerintah, saya mengucapkan terima kasih kepada BRI," tegas Menteri yang akrab disapa Menteri Ara tersebut.

Menteri Ara juga mengimbau jajaran direksi BRI untuk memberikan penghargaan khusus kepada tim penyalur di lapangan yang berprestasi agar jangkauan pembiayaan sektor hunian ini semakin meluas ke seluruh pelosok masyarakat.

Realisasi Penyaluran Melesat Tembus Rp11 Triliun

Komitmen BRI dalam menyediakan akses hunian terjangkau serta memperkuat ekonomi keluarga tercermin jelas dari capaian angkanya.

Direktur Consumer Banking BRI, Aris Hartanto, membeberkan bahwa hingga 3 Agustus 2026, BRI telah mencatatkan closing penyaluran KUR Perumahan sebesar Rp410 miliar yang diserap oleh 1.621 debitur.

Secara kumulatif nasional, hingga 31 Juli 2026, realisasi penyaluran KUR Perumahan telah menembus angka Rp11,02 triliun. Capaian luar biasa ini setara dengan 92 persen dari total target penyaluran tahun 2026 yang ditetapkan sebesar Rp12 triliun.

"Capaian tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat. BRI akan terus berada di garda terdepan mendukung program-program pemerintah agar semakin banyak masyarakat yang memperoleh akses pembiayaan yang mudah, cepat, dan terjangkau," ujar Aris.

Sebagai penyalur utama pembiayaan inklusif, BRI konsisten menerapkan kebijakan negara yang mempermudah masyarakat MBR dan UMKM. Untuk pinjaman KUR di bawah Rp100 juta, BRI tidak mengisyaratkan jaminan tambahan sehingga masyarakat terbebas dari jerat pembiayaan ilegal maupun rentenir.

Menteri Ara menekankan bahwa peran BRI tidak sekadar memberikan fasilitas kredit hunian, melainkan menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi keluarga secara menyeluruh.

Integrasi pembiayaan rumah dan penguatan usaha mikro ini diharapkan menjadi kunci utama dalam menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.


Copyright © 2026 Suara.com - BRI. All rights reserved.