BRI Dominasi Penyaluran KUR di Lampung Sepanjang Semester I 2026
Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali membuktikan komitmen dan peran krusialnya sebagai pilar utama pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Berdasarkan catatan Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Lampung, BRI sukses mendominasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di provinsi tersebut dengan porsi mayoritas mencapai 72,65 persen pada paruh pertama tahun 2026.
Kepala Kanwil DJPb Kemenkeu Lampung, Purwadhi Adhiputranto, memaparkan bahwa total realisasi penyaluran KUR di Lampung sepanjang Semester I 2026 telah menyentuh angka Rp5,3 triliun. Pencapaian positif ini setara dengan 50,18 persen dari total target tahunan yang dipatok sebesar Rp10,62 triliun.
Dari total kucuran dana segar tersebut, BRI tampil sebagai penyalur tertinggi yang memimpin jauh di atas bank-bank lainnya, membuktikan jangkauan luas perseroan hingga ke pelosok daerah.
Menyusul di bawah BRI adalah Bank Mandiri (17,51 persen), BPD Lampung (4,98 persen), dan Bank Syariah Indonesia (3,59 persen).
Peran masif BRI dan perbankan lainnya ini telah berhasil merangkul 89.798 debitur, atau sudah mencapai 86,87 persen dari target 103.361 debitur.
Purwadhi menekankan bahwa program pembiayaan ini menjadi jembatan penting untuk mengangkat potensi UMKM produktif yang selama ini belum terjangkau layanan perbankan formal (unbankable).
Geliatkan Sektor Pertanian hingga Perdagangan
Dukungan pembiayaan ini mengalir deras ke sektor-sektor penopang utama ekonomi Lampung. Sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan menjadi penerima manfaat terbesar dengan total serapan Rp3,23 triliun, disusul oleh sektor perdagangan besar dan eceran senilai Rp1,26 triliun.
Dilihat dari sebaran wilayahnya, Kabupaten Lampung Tengah mencatatkan diri sebagai daerah dengan serapan KUR tertinggi yang mencapai Rp1,3 triliun. Distribusi pembiayaan juga bergerak aktif di wilayah lain, seperti Kabupaten Lampung Timur (Rp827 miliar), Lampung Selatan (Rp604 miliar), Waykanan (Rp505 miliar), dan Kota Bandarlampung (Rp427 miliar).
Penyaluran dana triliunan ini disalurkan ke masyarakat melalui berbagai skema yang disesuaikan dengan kapasitas usaha. Skema KUR Mikro mendominasi dengan realisasi Rp4,24 triliun kepada 84.960 debitur.
Selain itu, terdapat penyaluran KUR Kecil sebesar Rp1,08 triliun untuk 4.627 debitur, KUR Super Mikro senilai Rp1,70 miliar (182 debitur), dan KUR khusus Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebesar Rp93 juta (29 debitur).