BRI Pacu Ketahanan Pangan hingga Kucurkan Kredit Rp10,7 Triliun

BRI Pacu Ketahanan Pangan hingga Kucurkan Kredit Rp10,7 Triliun


Suara.com - Optimalisasi pembiayaan ke berbagai sektor strategis terus dilakukan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) guna memperkokoh perekonomian domestik.

Sebagai bagian penting dari ekosistem Danantara, BRI tidak hanya berfokus pada penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), tetapi juga agresif memperkuat pembiayaan di sektor penyediaan hunian masyarakat guna menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian.

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, memaparkan bahwa arah penyaluran pembiayaan BRI senantiasa difokuskan pada sektor-sektor yang mampu menciptakan nilai tambah bagi negara. Melalui penyaluran KUR yang telah mencapai Rp103,81 triliun kepada 2 juta debitur hingga pertengahan 2026, BRI berupaya mendorong kewirausahaan sekaligus memperluas pemerataan ekonomi di tiap daerah.

Secara khusus, besarnya alokasi KUR ke sektor pertanian yang menyentuh angka 42,68 persen menjadi bukti dukungan nyata perseroan terhadap agenda strategis pemerintah.

“Penyaluran yang diarahkan ke sektor-sektor produktif, khususnya pertanian, diharapkan mampu meningkatkan produktivitas usaha masyarakat sekaligus memperkuat basis ekonomi daerah dan mendukung agenda ketahanan pangan nasional,” jelas Akhmad.

Di luar pemberdayaan UMKM konvensional, komitmen BRI dalam menggerakkan ekonomi juga diwujudkan melalui penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) atau yang kerap dikenal sebagai KUR Perumahan.

Sektor properti dan perumahan dinilai memiliki daya ungkit yang sangat besar karena melibatkan ratusan industri turunan lainnya.

Tercatat hingga Juni 2026, realisasi KPP BRI telah mencapai Rp10,7 triliun. Angka ini terbilang sangat impresif karena sudah menyentuh 89 persen dari total target penyaluran KPP BRI sepanjang tahun ini yang ditetapkan sebesar Rp12 triliun.

Pembiayaan perumahan ini disalurkan secara komprehensif, baik kepada pelaku usaha di sisi penyediaan hunian (supply) maupun masyarakat di sisi permintaan (demand). Langkah ini diyakini mampu memperkuat kapasitas sektor infrastruktur perumahan sekaligus memacu penyerapan tenaga kerja secara masif.

Kendati penyaluran kredit tumbuh dengan sangat agresif di berbagai lini, BRI memastikan bahwa kualitas kredit akan selalu terjaga. Akhmad menekankan bahwa dalam seluruh implementasi bisnisnya, BRI senantiasa berpegang teguh pada prinsip kehati-hatian (prudent banking), transparansi, dan akuntabilitas.

Hal ini menjadi prioritas utama manajemen, mengingat seluruh instrumen pembiayaan yang disalurkan, termasuk KUR, sejatinya bersumber dari perputaran dana perbankan yang dihimpun dari simpanan masyarakat. Oleh karena itu, keamanan dana pihak ketiga dan kualitas aset kredit akan terus dijaga melalui mitigasi risiko yang ketat.


Copyright © 2026 Suara.com - BRI. All rights reserved.