Inovasi Integritas Antarkan Kampung Doyo Baru Masuk Jajaran Desa BRILiaN Unggulan
Suara.com - Kampung Doyo Baru yang terletak di Kabupaten Jayapura, Papua, berhasil mengukir prestasi dengan menembus jajaran 25 besar Desa BRILiaN binaan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk di tingkat nasional. Capaian ini diraih setelah melalui proses penentuan dan evaluasi ketat di antara lebih dari 5.000 peserta program dari seluruh Indonesia.
Regional CEO BRI RO 18 Jayapura, Fahmi Rahendas, mengungkapkan bahwa penetapan Kampung Doyo Baru dalam jajaran desa unggulan tersebut didasari oleh beberapa faktor kunci. Keaktifan perangkat kampung, tata kelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang berjalan optimal, serta konsistensi dalam menerapkan tata kelola administrasi dan pelayanan berbasis digital menjadi penilaian utama.
Fahmi menjelaskan, program Desa BRILiaN merupakan inisiatif pemberdayaan dan inkubasi dari BRI yang dirancang untuk mencetak desa teladan. Program ini berfokus pada pembinaan desa-desa di Indonesia agar mampu tumbuh menjadi wilayah yang mandiri, produktif, serta mampu berfungsi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui optimalisasi potensi lokal.
Keberhasilan Kampung Doyo Baru mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Jayapura. Wakil Bupati Jayapura, Haris Yocku, menyampaikan bahwa pencapaian ini diharapkan dapat memicu semangat serta menjadi contoh bagi kampung-kampung lain di wilayahnya untuk terus berinovasi dalam mengoptimalkan potensi lokal.
Pihak pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus memfasilitasi dan mendorong seluruh kampung di Kabupaten Jayapura agar mampu mewujudkan pembangunan daerah yang mandiri, berkelanjutan, dan berdaya saing.
Dari pihak pemerintah kampung, Kepala Kampung Doyo Baru, Marice Yappo, menyatakan bahwa penghargaan ini menjadi dorongan moral bagi jajaran aparatur dan warga masyarakat untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan kampung di masa depan.
Marice menjelaskan bahwa Kampung Doyo Baru telah menerapkan sistem berbasis digital selama dua tahun terakhir. Ke depan, fokus pengembangan akan diarahkan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), baik untuk aparatur kampung maupun masyarakat, melalui berbagai program pelatihan dan pendampingan berkelanjutan. Langkah ini diprioritaskan untuk memperkuat daya saing para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal di tengah percepatan arus digitalisasi.