Kembangkan Potensi Budaya dan UMKM, BRI Perkuat Ekosistem Ekonomi Nias Selatan
Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus berkomitmen memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan dengan menghadirkan program pemberdayaan masyarakat di Desa Bawomataluo, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara.
Inisiatif ini difokuskan pada optimalisasi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pengembangan potensi pariwisata berbasis budaya lokal.
RCEO BRI Region 1 Medan, Novian Supriatno, menjelaskan bahwa langkah ini direalisasikan melalui serangkaian kegiatan sosial dan program inkubasi masyarakat.
Upaya ini dihadirkan guna memberikan dampak nyata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif.
Rangkaian agenda di Desa Bawomataluo mencakup penguatan kapasitas ekonomi warga, penyediaan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, perayaan pesta rakyat, hingga penyaluran bantuan aksi sosial melalui program BRI Peduli bertajuk "Satu Tanda, Sejuta Harapan" bagi warga yang terdampak bencana.
Pengembangan Potensi Desa Menjadi Pusat Ekonomi Produktif
Menurut Novian, Desa Bawomataluo menyimpan kekayaan budaya, sosial, dan sejarah yang bernilai tinggi. Keterpaduan potensi tersebut berpeluang besar untuk diintegrasikan dengan sektor pariwisata guna membuka lapangan kerja baru serta mendongkrak taraf hidup masyarakat setempat.
“Indonesia tidak akan tumbuh kuat jika pembangunan hanya terkonsentrasi di kota. Pertumbuhan harus dirasakan hingga desa. Karena itu, potensi yang ada di desa harus dikembangkan menjadi aktivitas ekonomi yang produktif, menciptakan peluang usaha, memperkuat UMKM, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Novian dalam keterangannya.
Strategi pengembangan ini selaras dengan pilar utama program Desa BRILiaN yang diusung BRI, yang menitikberatkan pada empat elemen kunci: penguatan BUMDes, percepatan digitalisasi, inovasi usaha, serta keberlanjutan lingkungan dan bisnis. Pendekatan ini dirancang agar masyarakat mampu mengelola sumber daya lokal secara mandiri dan berkelanjutan.
Keunikan tradisi serta nilai sejarah di Bawomataluo diproyeksikan menjadi daya tarik utama untuk menggerakkan industri ekonomi kreatif.
Peluang ini dapat dimanfaatkan oleh warga melalui berbagai bidang usaha pendukung, seperti kerajinan tangan khas, usaha kuliner, jasa pemanduan wisata, hingga penyediaan fasilitas penginapan.
Novian menambahkan bahwa sektor usaha mikro memegang peranan vital dalam menjaga daya tahan ekonomi keluarga. Memperkuat kapasitas pelaku usaha di tingkat lokal secara langsung ikut menggerakkan rantai pasok dan menyerap tenaga kerja di kawasan sekitar.
Inisiatif pemberdayaan yang dijalankan BRI ini mendapat sambutan positif dari Pemerintah Kabupaten Nias Selatan. Sekretaris Daerah Kabupaten Nias Selatan, Amsarno Satriawan Sarumaha, menyampaikan apresiasinya atas kontribusi aktif perseroan dalam mendampingi masyarakat kawasan cagar budaya tersebut.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada BRI yang telah hadir dan mengambil bagian dalam kegiatan di Bawomataluo. Ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari upaya bersama untuk memberikan manfaat kepada masyarakat, menggerakkan ekonomi, sekaligus memperkenalkan potensi Bawomataluo kepada masyarakat luas dan wisatawan,” pungkas Amsarno.