BRI Sosialisasikan QRIS kepada Pedagang Pasar Kranggan Yogyakarta, Dorong Transaksi Nontunai

BRI Sosialisasikan QRIS kepada Pedagang Pasar Kranggan Yogyakarta, Dorong Transaksi Nontunai


Suara.com - Digitalisasi sistem pembayaran kini mulai menjadi bagian dari aktivitas perdagangan di pasar tradisional. Di Pasar Kranggan, Yogyakarta, sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) BRI untuk melayani pembayaran pelanggan secara nontunai.

Melalui metode ini, pembeli cukup memindai kode QR dengan aplikasi pembayaran yang mendukung QRIS untuk menyelesaikan transaksi. Kehadiran layanan tersebut memberikan fleksibilitas bagi pelanggan sekaligus membantu pedagang mengakomodasi beragam pilihan pembayaran.

Penggunaan QRIS di pasar tradisional mencerminkan upaya pelaku UMKM mengikuti perubahan teknologi dan pola transaksi masyarakat. Selain menawarkan kemudahan dalam berbelanja, sistem pembayaran digital juga menjadi salah satu alternatif bagi pedagang untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan.

Dalam mendukung penerapan transaksi digital di kalangan UMKM, BRI Branch Office (BO) Yogyakarta Cik Ditiro menggelar sosialisasi QRIS bagi pedagang Pasar Kranggan. Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan pemahaman mengenai penggunaan pembayaran digital untuk menunjang operasional usaha.

Materi yang diberikan mencakup tata cara menggunakan QRIS, keuntungan transaksi nontunai, hingga langkah memastikan pembayaran telah berhasil sebelum transaksi jual beli dinyatakan selesai. Pemahaman tersebut diperlukan agar pedagang mampu memanfaatkan layanan QRIS secara benar, aman, dan efektif.

Branch Office Head BRI BO Yogyakarta Cik Ditiro, Rizqi Darajat, menyampaikan bahwa pemanfaatan QRIS merupakan salah satu upaya untuk membantu pelaku UMKM beradaptasi dengan perkembangan transaksi digital.

“BRI BO Yogyakarta Cik Ditiro terus berupaya mendorong pelaku UMKM agar dapat beradaptasi dengan perkembangan transaksi digital," kata Rizqi Darajat.

"Melalui pemanfaatan QRIS BRI, kami berharap para pedagang di Pasar Kranggan dapat memberikan alternatif pembayaran yang lebih praktis bagi pelanggan, sekaligus memperluas pemanfaatan layanan keuangan digital di pasar tradisional," lanjutnya.

"Kami juga terus mendorong edukasi dan pendampingan agar para pedagang semakin memahami penggunaan QRIS secara aman dan optimal dalam mendukung aktivitas usaha sehari-hari,” tuturnya menambahkan.

Bagi pedagang, keberadaan pembayaran nontunai memberikan pilihan tambahan untuk melayani konsumen dengan preferensi transaksi yang beragam. Di sisi lain, pembeli dapat menikmati kemudahan pembayaran digital tanpa mengurangi interaksi secara langsung dengan pedagang, yang selama ini menjadi bagian penting dari suasana pasar tradisional.

BRI BO Yogyakarta Cik Ditiro berkomitmen mendukung perkembangan UMKM melalui perluasan pemanfaatan layanan keuangan digital. Pendampingan dan edukasi secara berkelanjutan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan serta kepercayaan diri pedagang dalam menggunakan teknologi pembayaran, termasuk memahami prosedur untuk memastikan keamanan setiap transaksi.

Penerapan QRIS di Pasar Kranggan diharapkan turut memperkuat kesiapan pedagang UMKM menghadapi perkembangan sistem pembayaran di Indonesia.

Pemanfaatan teknologi secara optimal dapat membantu pasar tradisional beradaptasi dengan perubahan zaman sekaligus mempertahankan perannya sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat yang mengedepankan kedekatan antara pedagang dan pelanggan.


Copyright © 2026 Suara.com - BRI. All rights reserved.