Viralnya Video Mesum Sumedang karena Sakit Hati, Apa Itu Revenge Porn?

Vika Widiastuti | Shevinna Putti Anggraeni
Viralnya Video Mesum Sumedang karena Sakit Hati, Apa Itu Revenge Porn?
Ilustrasi tombol untuk mengakses konten porno di komputer. (Shutterstock)

Kasus viralnya video mesum pasangan selingkuh di Sumedang atas dasar sakit hati termasuk tindakan revenge porn.

Suara.com - Video mesum pasangan selingkuh yang viral di media sosial tengah menghebohkan masyarakat Sumedang, Jawa Barat.

Polisi pun telah membekuk AIS (34) dan YS (34) yang merupakan pemeran pria dan wanita dalam video mesum tersebut. Dalam kasus ini, pria AIS diduga menjadi pelaku penyebaran video porno tersebut.

Setelah video itu beredar YS melaporkan kasus ini ke polisi. Ia, yang menjadi korban, mengungkapkan kepada polisi bahwa rekaman video adegan seks itu hanya dimiliki oleh AIS.

Berdasarkan hasil pemeriksaan kepolisian, pria dan wanita dalam video mesum tersebut sudah memiliki pasangan masing-masing. Sementara itu, pria AIS diduga sengaja menyebar video lantaran balas dendam kepada YS yang memutuskan hubungan mereka.

"Pelaku penyebaran video tersebut diduga dilakukan oleh pihak laki-laki yang merasa kesal terhadap pihak perempuan yang tidak mau menikah dengan pihak laki-laki dikarenakan kedua belah pihak tersebut masih mempunyai pasangan masing-masing," kata Kepala Kepolisian Resor Sumedang AKBP Hartoyo seperti dikutip dari Antara, Rabu (11/9/2019).

Kasus penyebaran video porno berlandaskan balas dendam seperti video syur Sumedang ini sering kali terjadi di Indonesia. Melansir dari Domestic Shelters, penyebaran video porno atas dasar balas dendam ini bisa disebut revenge porn.

Ilustrasi video porno. (Shutterstock)
Ilustrasi video porno. (Shutterstock)

Revenge porn adalah penyebaran gambar maupun video porno seseorang tanpa persetujuan individu tersebut. Karena tujuan penyebaran gambar atau video pornografi ini untuk balas dendam.

Menurut Spencer Coursen, mantan Deputi Khusus Marsekal Amerika Serikat, tindakan revenge porn biasanya dilakukan pelaku atau penjahat seks untuk melemahkan korban, yakni pemeran dalam video mesum tersebut.

"Sebagian besar klien yang saya temui melakukan tindakan ini dengan melibatkan mantan pacar atau semacamnya demi mempertahankan hubungan mereka. Mereka berusaha mengeksploitasi kehidupan pribadi khususnya seks seseorang untuk melemahkannya. Dengan cara dibagikan melalui media sosial, mengirim pada seseorang yang dinilai saingan, keluarga dan lainnya," jelasnya.

Pada akhirnya, beberapa orang yang mendapat ancaman mungkin akan memilih menyerah dan mengikuti keinginan pelaku. Karena, posisi pelaku memiliki banyak kekuatan untuk mengendalikan korban.

Meski begitu, sebenarnya korban masih memiliki kesempatan untuk melakukan beberapa tindakan perlawanan. Mulai dari menghapus data dan mencari seseorang yang memahami hukum untuk melindunginya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS