Pemerintah AS segera Distribusikan Remdesivir untuk Pasien Covid-19

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Senin, 04 Mei 2020 | 14:22 WIB
Pemerintah AS segera Distribusikan Remdesivir untuk Pasien Covid-19
Remdesivir, salah satu obat yang dianggap potensial menyembuhkan Covid-19.[Reuters]

Suara.com - Pemerintah Amerika Serikat akan mulai mengirim puluhan ribu program remdesivir pada awal minggu ini. Hal itu dinyatakan oleh CEO Gilead Sciences, Daniel O'Day yang juga menyatakan pemerintah akan memutuskan ke mana saja distribusi remdesivir tersebut.

Dilansir dari CNN, dalam hasil awal uji coba yang disponsori oleh National Institutes of Health, remdesivir disebut dapat mempersingkat durasi penyakit pada pasien dengan Covid-19 yang parah.

“Kami bermaksud untuk membawa (remdesivir) kepada pasien di awal minggu depan ini, mulai bekerja dengan pemerintah yang akan menentukan kota mana yang paling rentan dan di mana pasien yang membutuhkan obat ini,” kata O'Day pada CBS.

CNN telah menghubungi Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS untuk menanggapi tentang distribusi obat.

Pemerintah AS mengonfirmasi, bahwa pihaknya akan mulai mengirim puluhan ribu perawatan remdesivir awal pekan ini. Administrasi Makanan dan Obat AS (FDA) juga telah mengizinkan remdesivir untuk penggunaan darurat pada pasien dengan Covid-19 yang parah.

Menurut O'Day, perusahaannya akan memberikan sumbangan remdesivir sementara pemerintah menyiapkan rute distrubusi dan ketersediaan ruang ICU.

"Distribusi remdesivir resmi akan dikontrol oleh Pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk penggunaan yang konsisten dengan syarat dan ketentuan EUA ini," komentar pihak FDA.

Remdesivir disebut obat virus Corona Covid-19 paling ampuh saat ini. (Photo by Dimitri Karastelev on Unsplash)
Remdesivir disebut obat virus Corona Covid-19 paling ampuh saat ini. (Photo by Dimitri Karastelev on Unsplash)

Gilead Science sebagai pembuat obat telah menyumbangkan 1,5 juta botol remdesivir. Jumlah tersebut disebut bisa menangani antara 100.000 dan 200.000 pengobatan, tergantung pada berapa lama pasien meminumnya.

Dalam siaran pers pada hari Jumat (1/5/2020), Gilead mengatakan tujuannya adalah untuk menghasilkan setidaknya 500.000 perawatan pada bulan Oktober dan lebih dari satu juta pada bulan Desember.

Remdesivir digunakan melalui infus dan penggunaannya terbatas untuk pasien rawat inap dengan penyakit parah. O'Day mengatakan Gilead juga sedang mencari formulasi lain dari remdesivir  termasuk untuk inhalasi yang dapat diberikan di luar rumah sakit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

HMS Center Minta Pemerintah Bangun Narasi Optimisme untuk Lawan Covid-19

HMS Center Minta Pemerintah Bangun Narasi Optimisme untuk Lawan Covid-19

Bisnis | Senin, 04 Mei 2020 | 13:56 WIB

Madonna hingga Brad Pitt Desak Brasil Selamatkan Suku Amazon dari Covid-19

Madonna hingga Brad Pitt Desak Brasil Selamatkan Suku Amazon dari Covid-19

News | Senin, 04 Mei 2020 | 13:56 WIB

Bahaya! Rumah Sakit di Surabaya Raya Penuh, Kekurangan Tempat Tidur

Bahaya! Rumah Sakit di Surabaya Raya Penuh, Kekurangan Tempat Tidur

Jatim | Senin, 04 Mei 2020 | 13:52 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB