- Halodoc meluncurkan solusi Halodoc for Business guna menghubungkan karyawan langsung dengan dokter profesional.
- Hal ini dapat menghindari kesalahan diagnosa algoritma AI.
- Penerapan teknologi TPA berbasis AI untuk administrasi diklaim mampu menekan biaya operasional perusahaan hingga 18 persen secara efisien.
Suara.com - Menjelang Hari Buruh 1 Mei, Halodoc merilis laporan Indonesia Health Insights Q2 2026 yang menyoroti peran telekonsultasi dalam menekan kunjungan rawat jalan yang tidak diperlukan. Laporan ini menegaskan bahwa hingga 95% kebutuhan medis dapat diselesaikan secara digital, membuka akses layanan kesehatan tanpa antrean dan tanpa mengganggu jam kerja.
Temuan ini menjadi relevan di tengah lonjakan inflasi medis di Indonesia yang diproyeksikan mencapai 15,1% pada 2026, salah satu yang tertinggi di Asia Pasifik. Di sisi lain, lebih dari 69% populasi Indonesia berada di usia produktif, menjadikan kesehatan karyawan sebagai aset strategis bagi perusahaan, bukan sekadar fasilitas tambahan.
Chief Human Capital Halodoc, Thomas Suhardja, menekankan bahwa produktivitas tidak hanya diukur dari output kerja, tetapi juga kondisi fisik dan mental karyawan.
“Produktivitas bukan hanya soal seberapa banyak pekerjaan yang diselesaikan, tetapi seberapa optimal seseorang bisa berkontribusi saat kondisi kesehatannya terjaga,” ujar Thomas.
Telekonsultasi Tekan Inefisiensi Layanan Kesehatan
Laporan tersebut menunjukkan bahwa mayoritas keluhan medis umum dapat ditangani tanpa kunjungan langsung ke fasilitas kesehatan. Dengan telekonsultasi sebagai lini pertama, hingga 95% kasus kronis dan 94% kasus akut dapat diselesaikan tanpa tatap muka dalam periode observasi 30 hingga 90 hari.
Pendekatan ini dinilai mampu mengurangi inefisiensi ganda dalam sistem kesehatan konvensional, mulai dari waktu kerja yang terbuang akibat antrean hingga pembengkakan biaya klaim rawat jalan.
“Dengan layanan digital, karyawan tidak perlu menunda pengobatan karena antrean panjang. Ini juga membantu perusahaan menekan biaya kesehatan hingga 15% per tahun,” jelas Thomas.
Ekosistem Terintegrasi Halodoc for Business
Melalui Halodoc for Business, perusahaan menghadirkan layanan kesehatan berbasis digital yang terintegrasi, di antaranya:
Digital Cashless Outpatient (DCO): Konsultasi dokter online 24 jam dan pengiriman obat tanpa pembayaran langsung, terhubung dengan asuransi karyawan.
Third Party Administrator (TPA): Sistem klaim berbasis AI yang mampu menekan biaya operasional hingga 18% dengan tetap menjaga akurasi verifikasi.
Head of Business Strategy Halodoc, Puspa Angelia, menegaskan bahwa telekonsultasi bukan untuk menggantikan layanan tatap muka, melainkan menyaring kebutuhan medis agar lebih tepat sasaran.
“Telekonsultasi tidak menggantikan pemeriksaan langsung, tetapi membantu memastikan kunjungan fisik dilakukan hanya saat benar-benar dibutuhkan,” ujarnya.
Dengan pendekatan digital-first, Halodoc mendorong perusahaan untuk mengelola kesehatan karyawan secara lebih efisien sekaligus meningkatkan kualitas hidup tenaga kerja di tengah tantangan biaya kesehatan yang terus meningkat.