Prabowo Kalah di Survei PolMark, Sudirman Said: Cara Bacanya Harus Diubah

Reza Gunadha
Prabowo Kalah di Survei PolMark, Sudirman Said: Cara Bacanya Harus Diubah
Direktur Materi Debat Pasangan Calon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Sudirman Said, menyayangkan masif beredar tabloid Indonesia Barokah. (Suara.com/Adam Iyasa)

Kalau lihat hasil survei itu, Prabowo Sandiaga semakin naik elektabilitasnya."

Suara.com - PolMark Elektabilitas Jokowi 40,4 Persen-Prabowo 25,8 Persen, Sudirman : Ada 60 Persen Rakyat Hendaki Pergantian Presiden

Lembaga survei PolMark Indonesia memublikasikan hasil jajak pendapat terbaru mengenai elektabilitas dua pasangan Capres dan Cawapres, yakni Jokowi – Maruf Amin dan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno.

Dalam survei PolMark Indonesia, Jokowi – Maruf Amin unggul 40,4 persen. Sementara elektabilitas Prabowo – Sandiaga hanya 25,8 persen.

Namun, Direktur Materi Debat BPN Prabowo – Sandiaga, Sudirman Said menilai hasil survei itu justru positif untuk kubunya.

”Kalau lihat hasil survei itu, Prabowo – Sandiaga semakin naik elektabilitasnya. Sementara rival kami stagnan dan cenderung menurun. Itu juga kesaksian lembaga survei,” kata Sudirman Said di Posko Pemenangan Prabowo – Sandi, Jalan Pamularsih, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (14/3/2019).

Bahkan, mantan Menteri ESDM tersebut mengatakan, survei tersebut memperkuat klaim kubunya bahwa 60 persen rakyat kekinian tak lagi mau dipimpin Jokowi.

"Cara membaca hasil surveinya, Pak Jokowi sudah memerintah 5 tahun, sudah menggelontorkan anggaran Rp 10 triliun, sudah dibekali aparat, programnya luar biasa. Pilpres 2014 meraup suara 53 persen. Tapi sekarang, berdasarkan survei pendukungnya tinggal 40 persen. Artinya, 60 persen rakyat tak lagi mau Jokowi,” jelasnya.

Kontributor : Adam Iyasa

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS