Sayur Serombotan Khas Klungkung, Paduan Pedas dan Manis

Siswanto

Sabtu, 05 September 2015 | 06:31 WIB
Sayur Serombotan Khas Klungkung, Paduan Pedas dan Manis
Sayur Serombotan khas Klungkung, Bali, Jumat (4/9/2015) [suara.com/Luh Wayanti]

Suara.com - Salah satu makanan yang cukup populer di Bali bernama Serombotan. Orang yang menyukai makanan khas Kabupaten Klungkung ini tak hanya warga lokal, wisatawan asing pun suka. Selain harganya yang murah, juga rasanya yang gurih dan segar.

Menurut Ketua Asosiasi Chef Indonesia Bali, Komang Adi Artana, Serombotan berasal dari kata aduk-aduk. Jadi, semua bahan yang ada di dalam sayuran Serombotan dicampur hingga bumbunya meresap.

“Bisa jadi kalau di Jawa itu ada gado-gado karena makanannya dicampur semuanya, kalau di Bali ada Serombotan,” kata Komang Adi Artana, Jumat (4/9/2015).

Dia menjelaskan Serombotan merupakan kuliner populer sejak jaman dulu.

“Sejak saya kecil sayur Serombotan ini sudah ada, jadi menurut saya sayuran ini merupakan kuliner warisan leluhur kita,” katanya.

Untuk membuat Serombotan, kata Komang Adi Artana, tidak sulit. Di dalamnya ada terong bulat, kacang panjang, bayam, kangkung, pare, tauge, kacang merah, dan kacang kedelai.

Sementara itu untuk membuat sambal nyuh atau sambal yang berbahan dasar kelapa, bumbunya cabai, bawang putih, jeruk limau, lengkuas, terasi, garam dan minyak goreng. Semua bumbu dihaluskan kemudian digoreng dengan sedikit minyak dan dicampurkan ke dalam parutan kelapa.

Sedangkan bumbu kaples atau bumbu yang siramkan di atas sayuran terbuat dari kacang tanah, gula pasir, terasi, garam, cabai rawit, jeruk limau , dan kecap manis. Bumbu ini juga di tumbuk halus, kemudian ditambah air sedikit.

Sayur Serombotan tidak hanya dijual di pinggiran atau di pasar tradisional, tetapi sekarang sudah masuk ke hotel-hotel dan restoran di Bali.

Bila masyarakat beli di pasar tradisional, sayuran ini dijual per porsi Rp3.000 sampai Rp5.000. Bila masuk restoran dan hotel harganya bisa menjadi puluhan ribu per porsi.

Ketut Kasni, warga Bali, menilai Serombotan rasanya tidak membosankan. Semua sayuran yang ada di dalamnya masih segar.

“Enak sekali sekali sayuran ini, bagus buat orang yang diet. Saya tiga kali seminggu pasti makan sayuran ini,” kata dia saat ditemui di Pasar Badung.

Dia menambahkan sayuran ini akan lebih nikmat didampingi dengan ikan bakar dan nasi yang hangat. (Luh Wayanti)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Olahraga Sambil Berburu Tiket Online Week 2026

Olahraga Sambil Berburu Tiket Online Week 2026

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

37.000 Pelari JRF 2026 Dapat Perlindungan Asuransi dari Generali Indonesia

37.000 Pelari JRF 2026 Dapat Perlindungan Asuransi dari Generali Indonesia

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Dari Lokal ke Global, Kemenekraf Luncurkan Creative by Indonesia

Dari Lokal ke Global, Kemenekraf Luncurkan Creative by Indonesia

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Usai KMP Batu Mandi Terbakar, BKI Telaah Aspek Teknis Kapal

Usai KMP Batu Mandi Terbakar, BKI Telaah Aspek Teknis Kapal

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala

Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala

Lampung | Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:55 WIB

OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka

OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Napi Tewas di Lapas Muaradua, 4 Tersangka Ditetapkan, Petugas Jaga Ikut Diperiksa

Napi Tewas di Lapas Muaradua, 4 Tersangka Ditetapkan, Petugas Jaga Ikut Diperiksa

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Liga Catur Nasional Segera Digulirkan, Percasi Bidik April 2027

Liga Catur Nasional Segera Digulirkan, Percasi Bidik April 2027

Sport | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:05 WIB

×