Jalani Mastektomi, Perempuan Ini Dapat Pesta Kejutan Meriah

Vania Rossa | Vessy Dwirika Frizona
Jalani Mastektomi, Perempuan Ini Dapat Pesta Kejutan Meriah
Perempuan kampanye melawan kanker payudara. [shutterstock]

Pesta kejutan ini disebut sebagai pesta perpisahan payudara.

Suara.com - Menjalani mastektomi atau operasi pengangkatan payudara adalah hal yang berat bagi perempuan. Butuh motovasi dan support agar pasien tidak frustasi. Mungkin itulah sebabnya, Hayley Minn, perempuan yang baru saja menjalani operasi pengangkatan payudara, mendapat pesta kejutan dari orang-orang terdekatnya, yang disebut sebagai pesta perpisahan payudara.

Hayley Minn menemukan bahwa dia membawa gen BRCA1 yang mematikan empat tahun lalu. Kehadiran mutasi gen BRCA1 dalam susunan genetiknya berarti Hayley 85 persen lebih mungkin terkena kanker payudara.

Neneknya Hannah Minn meninggal karena kanker payudara saat berusia 49 tahun pada tahun 1970, dan ayahnya Eliot ditemukan membawa gen itu pada 2015. Jadi, ia membuat keputusan untuk menjalani mastektomi ganda sebelum menginjak usia 28.

"Ketika tahu saya memiliki gen, saya segera tahu bahwa saya menginginkan mastektomi. Saya disuruh menunggu sampai berumur 30 tahun dan sudah berkeluarga," ujar Hayley seperti dilansir Mirror.

Dia awalnya merencanakan untuk melakukan rekonstruksi pada tahun 2018 saat berusia 26 tahun, tetapi menunda setelah saudara lelakinya, David Minn, meninggal pada usia 24 tahun karena jatuh ketika melakukan perjalanan di Argentina pada tahun yang sama.

Maka, sebelum harinya menjalani mastektomi, ibu Hayley, Helen Minn, memutuskan untuk mengadakan kejutan pesta. Pesta senilai 350 poundsterling atau Rp 6,3 juta itu mengundang 20 teman dan keluarga Hayley sehingga mereka dapat merayakan 'operasi payudara yang akan menyelamatkan hidupnya'.

Pesta perpisahan payudara sebelum mastektomi. (Instagram/@hayleyminn)
Pesta perpisahan payudara sebelum mastektomi. (Instagram/@hayleyminn)

"Saya ingin melihat mereka semua dan bersenang-senang dengan mereka, tahu saya akan berada di tempat tidur setidaknya enam minggu setelahnya, dan kesakitan untuk beberapa saat setelahnya," ungkap Hayley seperti dikutip dari Dewiku.

Pesta perpisahan payudara itu diadakan di rumah keluarga Hayley di Borehamwood, Inggris. Ada hidangan minum teh dengan kudapan kue berbetuk payudara, bermain 'bra pong' dan 'pin the boobs', serta membuat gips payudara Hayley menggunakan kit plester.

Hayley mengaku terkejut dengan semua upaya ibunya dan terharu dikelilingi teman dekatnya. Pesta itu dimaksudkan untuk menjadi perayaan kehidupan, untuk memastikan operasi seperti ini tidak harus menjadi peristiwa yang menyedihkan.

"Dikelilingi oleh teman-teman saya dan tertawa seperti itu membuat saya merasa sangat dicintai," tambah Hayley.

Setelah menjalani operasi empat jam untuk mengangkat kedua payudaranya, Hayley akan menjalani rekonstruksi untuk mendapat replika payudaranya sendiri. (Yasinta Rahmawati)

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS