Catat, 21 September Bakal Ada Gerakan Bersih-Bersih Sedunia!

Ade Indra Kusuma | Risna Halidi
Catat, 21 September Bakal Ada Gerakan Bersih-Bersih Sedunia!
Bijak plastik, Siap Gelar 21 September untuk Gerakan Bersih-bersih Sedunia [Suara.com/Risna]

Tahun lalu 7.6 juta relawan hadir membawa Indonesia jadi negara pertama mempimpin aksi bersih-beesih di dunia

Suara.com - Catat, 21 September Bakal Ada Gerakan Bersih-Bersih Sedunia!

Dunia semakin kotor. Tumpukkan sampah sudah kadung menggunung, memenuhi halaman, jalan, selokan, sampai lautan luas.

Bahkan beberapa tahun lalu, Indonesia masuk urutan dua besar negara penghasil sampah plastik paling tinggi di dunia.

Sadar akan prestasi yang memalukan telah disandang, perusahaan detergen pakaian Rinso bersama organisasi World Clean-Up Day Indonesia, akan bahu-mambahu menyemarakkan agenda bersih-bersih lingkungan pada World Clean up Day 2019, yang jatuh 21 September 2019 nanti.

Acara bersih-bersih lingkungan tersebut merupakan gerakan dunia yang setiap tahunnya dilakukan dan akan diselenggarakan secara serentak di 157 negara di dunia.

Bijak plastik
Bijak plastik, Siap Gelar 21 September untuk Gerakan Bersih-bersih Sedunia [Suara.com/Risna]

"Tahun lalu kami berhasil memobilisasi 7.6 juta relawan dan membawa Indonesia menjadi negara pertama yang memimpin aksi bersih-bersih terbesar di dunia," kata pemimpin World Clean-Up Day Indonesia, Agustina Iskandar, dalam acara konferensi pers di kawasan Kementerian Lingkungan Hidup, Jakarta, Rabu, (21/8/2019).

Tahun ini lewat kolaborasi dengan Rinso, Agustina menargetkan 13 juta masyarakat Indonesia yang akan ikut serta dalam acara bersih-bersih lingkungan sedunia nanti.

Salah satu caranya adalah dengan turun langsung mengkampanyekan gerakan bijak plastik ke sekitar 2000 sekolah dan menjangkau sekitar 400.000 ribu lebih anak. Dengan begitu diharapkan anak-anak dapat menjadi motor perubahan lingkungan hidup di masyarakat.

Rinso juga berencana membantu meningkatkan angka daur ulang sampah yang terkumpul, dengan cara disalurkan ke bank sampah binaan Yayasan Unilever Indonesia.

"Harapan kami, keterlibatan masyarakat dalam WDC akan menjadi langkah awal dalam pembangunan kesadaran dan perilaku bijak dalam pengelolaan sampah, khususnya sampah plastik dalam kehidupan sehari-hari," tambah Agustina.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS