- Kepesertaan dalam keadaan aktif (tidak menunggak iuran)
- Berobat ke fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS
- Tetap mengikuti alur pelayanan sesuai sistem rujukan
Akan tetapi, bagi Anda yang sering berpindah tempat tinggal atau bekerja di kota berbeda, ada baiknya mempertimbangkan pindah FKTP agar akses layanan menjadi lebih praktis.
Keadaan Darurat Tidak Perlu Rujukan
Tapi dalam kondisi gawat darurat, aturan rujukan tidak berlaku seperti biasa.
Jika situasi mengancam nyawa atau membutuhkan tindakan segera, peserta bisa langsung mendatangi rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat yang bermitra dengan BPJS.
Penanganan akan diprioritaskan tanpa harus kembali ke FKTP terlebih dahulu.
Bagaimana Jika Harus Rawat Inap?
Untuk mendapatkan layanan rawat inap dengan BPJS, umumnya diperlukan surat rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama. Selain itu, rumah sakit yang dituju harus sudah bekerja sama dengan BPJS.
Di luar kondisi darurat, rumah sakit yang tidak bermitra dengan BPJS biasanya tidak dapat memproses klaim peserta.
Agar Penggunaan BPJS Tidak Terkendala
Supaya proses berobat berjalan lancar, pastikan beberapa hal berikut:
- Iuran dibayarkan tepat waktu agar status tetap aktif
- Membawa kartu BPJS atau identitas diri saat berkunjung
- Mengetahui fasilitas kesehatan terdaftar dan prosedur rujukan
Singkatnya, BPJS memang bisa digunakan secara luas, termasuk di luar kota, tetapi tetap mengikuti aturan yang berlaku. Dengan memahami alurnya, Anda bisa memanfaatkan layanan ini secara maksimal tanpa kendala administrasi.
Cara Cek BPJS Kesehatan Masih Aktif atau Tidak
Cara mengetahui apakah BPJS Kesehatan Anda masih aktif sebenarnya cukup praktis dan bisa dilakukan tanpa harus datang ke kantor cabang.
Pengecekan dapat dilakukan secara online maupun melalui layanan resmi BPJS dengan menggunakan NIK KTP.
1. Lewat Aplikasi Mobile JKN