Warga Rohingya: Saya Ingin Nangis, Tapi Takut Dipukul

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 19 Mei 2015 | 15:29 WIB
Warga Rohingya: Saya Ingin Nangis, Tapi Takut Dipukul
Anak-anak etnis Rohingya di Kuala Langsa [suara.com/Alfiansyah Ocxie]

Suara.com - Kelompok Rohingya melarikan diri dari Myanmar karena merasa tersiksa dan didiskriminasi di sana. Mereka melarikan diri dengan menggunakan perahu kayu dalam keadaan tidak layak.

Cerita itu sampaikan oleh seorang anak laki-laki bermana Mohammad Tayub. Sekarang dia ada di Myanmar. Tayub pernah merasakan rasanya menjadi pelarian untuk meninggalkan negerinya.

Namun itu dilakukan tanpa niat dan sengaja. Tayub ditipu oleh calo.

Awal mulanya ada 2 orang lelaki dewasa mendekati remaja berusia 14 tahun itu. Saat itu Tayup tengah menggembalakan ternaknya. Tayub ditawarkan bekerja di Malaysia dengan layak. Dia juga dijanjikan gaji besar.

Tergiur, Tayup setuju dengan tawaran itu. Terlebih ongkos perahu ke Malaysia gratis. Artinya Tayup tidak perlu modal besar untuk menjadi 'kaya'.

Di hari keberangkatan, Tayub bersemangat. Dia ikut mendorong kapal kayu yang juga akan ditumpangi ratusan kaum Rohingya.

"Aku tidak akan pernah melihat ibuku lagi," kata Tayub seperti dilansir AP, Selasa (19/5/2015).

Kapal berangkat, Tayub sedih tapi senang. Namun ternyata di atas kapal dia tersiksa. Di atas kapal Tayub duduk dengan lutut di tekuk sampai menempel di dada. Tubuh remaja berkulit gelap itu bercucuran keringat. Karena cuaca terik menyengat.

Tayub bercerita saat itu ada perempuan memeluk bayinya yang tak berhenti batuk.

Di atas kapal itu ada sosok lelaki tegap mondar-mandir membawa ikat pinggang dan tongkat besi. Bahkan banyak yang membawa senjata. Mereka tidak segan menembak.

Semua penumpang yang berhimpitan tidak berani bicara. Yang terdengar hanya bunyi seseorang muntah karena mabuk laut dan bau busuk di perahu.

"Aku ingin menangis, tapi aku tahu akan dipukuli lagi jika saya lakukan," ceritanya.

"Aku ingin melompat ke dalam air dan berenang kembali ke rumah. Tapi semua awak kapal bersenjata. Aku tahu mereka akan menembak saya," kata dia.

Namun akhirnya Tayub bisa selamat setelah Angkatan Laut Thailand menyergap kapal itu. Kapal yang ditumpangi Tayub terlibat kasus perdagangan manusia.

"Ketika kami meninggalkan kapal, orang-orang menangis dan berteriak. Mereka ingin pulang ke rumah, juga," cerita dia.

Gadis cantik Rohingya dipropek untuk dinikahi atau dijadikan pelacur

Media AP melaporkan iming-iming mendapatkan pekerjaan layak dan 'penjualan manusia' dari etnis Rohingya di Myanmar sering terjadi. Beberapa narasumber yang diwawancarai menyebutkan itu bukan hal baru dan sudah biasa.

Maung Maung, salah satu tokoh masyarakat di desa tempat Rohingya hidup di Myanmar bercerita lebih dari selusin pria dan wanita yang bekerja penuh waktu untuk mengisi kapal dengan muatan manusia.

Seorang calo menjanjikan kaum lelaki bisa mendapatkan pekerjaan. Sementara gadis-gadis muda yang cantik diprospek akan dinikahi jika setuju menaikki kapal.

Pada kenyataannya mereka akan ditawan di sebuah kamp di hutan. Keluarga mereka diminta tebusan bayaran. Jika tidak gadis-gadis itu akan dijual menjadi pelacur. Sementara yang lelaki akan dibunuh dan mayatnya dibiarkan tergeletak. (AP)

Ikuti hasil liputan langsung suara.com di lokasi penampungan pengungsi Rohingya dan Bangladesh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cerita Etnis Rohingya di Nepal Lebih Beruntung

Cerita Etnis Rohingya di Nepal Lebih Beruntung

News | Selasa, 19 Mei 2015 | 14:31 WIB

Cerita Nelayan Selamatkan Pengungsi Rohingya Nyaris Tenggelam

Cerita Nelayan Selamatkan Pengungsi Rohingya Nyaris Tenggelam

News | Selasa, 19 Mei 2015 | 13:22 WIB

JK Klaim Indonesia Sudah Bantu Pengungsi Rohingya

JK Klaim Indonesia Sudah Bantu Pengungsi Rohingya

News | Senin, 18 Mei 2015 | 16:31 WIB

Tiga Negara Akan Bertemu Pecahkan Masalah Pengungsi Rohingya

Tiga Negara Akan Bertemu Pecahkan Masalah Pengungsi Rohingya

News | Minggu, 17 Mei 2015 | 15:33 WIB

Jadi Tujuan Manusia Perahu, Malaysia Takkan Beri Izin Mendarat

Jadi Tujuan Manusia Perahu, Malaysia Takkan Beri Izin Mendarat

News | Rabu, 13 Mei 2015 | 01:19 WIB

Terkini

Israel Panik Ketegangan AS-Iran Mereda, Sebut Pejanjian Damai akan Untungkan Hizbullah

Israel Panik Ketegangan AS-Iran Mereda, Sebut Pejanjian Damai akan Untungkan Hizbullah

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:58 WIB

Wall Street Panik Ditinggal Gen Z? Eks Gubernur New York Dorong Saham AS Mudah Dibeli Warga Global

Wall Street Panik Ditinggal Gen Z? Eks Gubernur New York Dorong Saham AS Mudah Dibeli Warga Global

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:44 WIB

Prabowo Kunker ke Gorontalo Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII 2026

Prabowo Kunker ke Gorontalo Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII 2026

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:41 WIB

Implementasi 'Menambang dengan Hati', NHM Sukses Fasilitasi Operasi Jantung Warga Doro di Jakarta

Implementasi 'Menambang dengan Hati', NHM Sukses Fasilitasi Operasi Jantung Warga Doro di Jakarta

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 08:55 WIB

Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako

Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 08:45 WIB

Polda Jabar Libatkan Ahli Kejiwaan untuk Dalami Kondisi Psikologis Taufik Hidayat

Polda Jabar Libatkan Ahli Kejiwaan untuk Dalami Kondisi Psikologis Taufik Hidayat

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 08:04 WIB

Realita Pahit Dunia Kerja: Antrean 2 Km di Malaysia dan Bayang-Bayang PHK di Indonesia

Realita Pahit Dunia Kerja: Antrean 2 Km di Malaysia dan Bayang-Bayang PHK di Indonesia

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 07:48 WIB

Berkat Jejak Transaksi Daring, Pelaku Penyekapan Perempuan di Bandung Ditangkap

Berkat Jejak Transaksi Daring, Pelaku Penyekapan Perempuan di Bandung Ditangkap

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 07:30 WIB

Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata

Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 22:12 WIB

SDA Terus Dicuri, Prabowo: TNI AL dan Bea Cukai Sudah Dikerahkan, Masih Saja Bocor!

SDA Terus Dicuri, Prabowo: TNI AL dan Bea Cukai Sudah Dikerahkan, Masih Saja Bocor!

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 21:17 WIB