Liputan Khas: Kaum Muda yang Memilih Cadar di Era Terorisme

Reza Gunadha
Aktivis melakukan aksi damai menolak keputusan Rektorat yang melarang mahasiswi bercadar di kawasan Kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (8/3/2018). [Antara Foto/Andreas Fitri Atmoko/pras/18]
Aktivis melakukan aksi damai menolak keputusan Rektorat yang melarang mahasiswi bercadar di kawasan Kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (8/3/2018). [Antara Foto/Andreas Fitri Atmoko/pras/18]

Orang tua Fatima sempat tidak mendukung putrinya memakai cadar.

Suara.com - Perempuan bercadar itu sempat ragu-ragu saat menerima pesan singkat melalui ponselnya. Ia belum pernah mengenal si pengirim pesan yang meminta persamuhan itu. Apalagi, untuk membahas perihal cadarnya yang sangat sensitif.

Namun, ia kemudian memutuskan untuk meladeni permintaan wanita tersebut. Ia  mengetik dan mengirimkan satu pesan pendek balasan: “Kita bertemu di mal dekat UIN ya.”

Pada sebuah tempat makan di mal dekat kampus Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta, bertepatan dengan Hari Perempuan Internasional, Kamis (8/3) pekan lalu, ia memperkenalkan jati dirinya sebagai mahasiswi bercadar kampus tersebut.

Ia menyebutkan nama lengkapnya yang berinisial “E”. Ia lantas menyetujui diidentifikasi memakai nama samaran “Fatima” untuk keperluan pemberitaan mengenai nasib mahasiswi bercadar UIN Suka, setelah rektorat mengharuskan mereka melepas tabir wajah.

Fatima tampaknya sengaja memilih tempat makan tersebut untuk tempat berbicara mengenai cadarnya dan 40 mahasiswi lainnya di UIN, yang tengah didata oleh pihak kampus. Sebab, tempat itu sepi.

“Kalau saya sih, tidak pernah diusir oleh dosen saat di kelas. Tapi ada teman-teman lain yang bercadar pernah diusir. Saya, cuma disindir saja, dibilang perempuan bercadar itu bentuk keterbelakangan perempuan,” tuturnya memulai obrolan dengan sedikit canggung.

Perempuan berbalut busana niqab berwarna hitam itu mengakui sedih, setelah Rektor UIN Suka Profesor Drs Yudian Wahyudi MA PhD, mengeluarkan Surat Keputusan Nomor B-1301/UN02/R/AK/00.3/02/2018 tentang Pembinaan Mahasiswa Bercadar.

Ia tak menyangka, institusi pendidikan di Yogyakarta yang dikenal luas sangat pluralis dan toleran, mengeluarkan kebijakan yang dianggap banyak pihak diskriminatif.

“Apa salahnya cadar kami. Kalau ada anggapan kami mengajak yang lain untuk bercadar, itu tidak benar, apalagi terkait gerakan radikal,” tuturnya, menggugat.

Cadar di Keluarga Demokratis

Lama kelamaan, dalam perjumpaan itu, Fatima tampak lebih santai dan bebas berbicara mengenai polemik cadar di UIN Suka.

Ia juga bahkan mau menjelaskan kisah dirinya sendiri sampai memutuskan memakai cadar.

“Ibuku berjilbab dan bercadar juga. Tapi, keluargaku sangat demokratis. Aku beruntung besar di tengah keluarga seperti itu,” ujarnya.

Ayah dan ibu, terus Fatima, selalu memberikan contoh nyata menjadi Muslim yang baik. Melalui perilaku maupun penampilan.

Fatima mengakui, memutuskan menggunakan cadar bukanlah proses yang singkat baginya.

Walaupun sang ibu bercadar, ia tak begitu saja mau mengenakan cadar. Dia memang sejak lama mengenakan jilbab, tapi tanpa cadar.

Sewaktu masih duduk di bangku SMA, ia sempat mengatakan kepada orang tua ingin memakai cadar. Namun, orang tuanya justru menolak.

"Sebenarnya sudah dari SMA saya ingin bercadar, namun belum diperbolehkan oleh orang tua. Mereka khawatir aku belum konsisten. Takut nanti masih buka tutup cadar,” terangnya.

Karenanya, Fatima membantah alasan rektorat yang menilai mahasiswi bercadar karena mengikuti aliran tertentu Islam yang cenderung tergolong kelompok radikalis—jika tak mau mengatakan teroris.

Fatima menuturkan, ia baru memakai cadar pada pertengahan tahun 2017. “Tidak seperti waktu SMA, pertengahan tahun lalu, orang tua mendukung penuh keputusanku bercadar,” imbuhnya.

Tak Eksklusif

Awal mengenakan cadar, Fatima menuturkan adalah hal yang sulit, terutama ketika beraktivitas di dalam kampus.

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS