Timor Leste Sampaikan Pesan Damai dalam Festival Atambua

Fabiola Febrinastri
Timor Leste Sampaikan Pesan Damai dalam Festival Atambua
Festival Cross Border Atambua 2018. (Dok: Kemenpar)

Timor Leste dan Indonesia adalah saudara.

Suara.com - Festival Cross Border Atambua 2018 resmi bergulir, Jumat (27/7/2018), di Lapangan Simpang Lima, Atambua, Nusa Tenggara Timur. Festival ini diawali dengan penampilan grup vokal Rn’B, Revoir Nations.

Grup vokal yang beranggotakan lima orang ini tampil enerjik. Mereka membawakan beberapa lagu milik Bondan feat. Fade to Black.

Usai Revoir Nation membuka festival dengan lima lagu berturut-turut, acara dilanjutkan dengan Dance Competition.

Festival Cross Border Atambua 2018. (Dok: Kemenpar)
Festival Cross Border Atambua 2018. (Dok: Kemenpar)

Acara ini mampu menarik minat anak-anak muda Atambua. Peserta Dance Competition bukan hanya dari Atambua, tapi ada yang dari Malaka, Kefamenanu, Kupang, bahkan hingga negara tetangga, Timor Leste.

Penari dari Timor Leste yang tampil adalah Endure Dancer. Grup ini beranggota lima orang, yaitu Rosy, Binho, NO, Enzo Berus, dan DJ. Sejak awal tampil di panggung, Endure Dancer mampu menyita perhatian.

Endure Dancer tampil kompak dengan baju bermotif bendera Timor Leste, bersepatu merah, menggunakan topeng, serta memakai topi. Namun yang paling menarik perhatian adalah dihadirkannya bendera Merah Putih dan bendera Timor Leste.

Mereka seperti ingin menyampaikan pesan damai. Pesan jika Timor Leste dan Indonesia adalah saudara.

Kabid Pemasaran Area II Regional III di Deputi Pemasaran I Kementerian Pariwisata, Hendry Noviardy, megaku terkesan dengan penampilan para dancer Timor Leste.

“Mereka sangat antusias. Terlihat jika persiapan yang mereka lakukan tidak main-main. Lihat saja seragamnya yang sangat kompak. Namun, yang membuat saya tertarik adalah dikibarkannya bendera Merah Putih dan bendera Timor Leste di atas panggung,” kata Hendry.

Menurutnya, hal ini sekaligus membuktikan jika Festival Cross Border Atambua gaungnya terdengar hingga negara tetangga.

Festival Cross Border Atambua 2018. (Dok: Kemenpar)
Festival Cross Border Atambua 2018. (Dok: Kemenpar)

“Kehadiran peserta Timor Leste membuat kompetisi semakin seru. Penonton juga antusias. Saya yakin puncak acara akan ramai. Apalagi yang tampil penyanyi nasional, Kikan,” papar Hendry.

Selain Endure Dancer, peserta lain yang mampu menarik perhatian adalah Doovhan Crew. Tim asal Kupang ini berisi 7 personel. Doovhan Crew mencuri perhatian lantaran aksi dance-nya diwarnai sejumlah salto.

Festival Cross Border Atambua 2018 sendiri direncanakan berlangsung dua hari. Puncak acara akan terjadi Sabtu (28/7/2018) malam. Mantan vokalis Band Cokelat, Kikan, akan tampil bersama rekan-rekannya. Selain itu, ada uga penampilan musisi asal Timor Leste Ego Lemos.

Sebelum penampilan Kikan dan kawan-kawan, panitia juga akan mengumumkan pemenang lomba Dance Competition.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya, menyambut baik pelaksanaan Festival Cross Border Atambua. Menurutnya, potensi mendatangkan wisatawan dari negeri tetangga cukup terbuka.

“Acara ini mempunyai nilai yang bagus, karena dilaksanakan di daerah perbatasan dengan negeri tetangga. Musisi yang tampil juga sudah punya nama, sehingga bisa menjadi daya tarik bagi masyarakat Timor Leste untuk datang ke Atambua. Potensi-potensi wisatawan perbatasan harus terus digali. Harus disiapkan beragam atraksi untuk menggoda mereka,” papar Menpar.

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS