Danang, Sang Penjaga Nyawa Sandiaga Uno di Medan Merdeka

Pebriansyah Ariefana | Ummi Hadyah Saleh
Danang, Sang Penjaga Nyawa Sandiaga Uno di Medan Merdeka
Pradana Putra, mantan ajudan Sandiaga Uno. (Suara,com/Ummi Hadya Saleh)

Danang memastikan setiap langkah Sandiaga tidak terancam.

Suara.com - Kurang lebih selama 10 bulan, Pradana Putra mendampingi Sandiaga Uno sebagai ajudan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Lelaki yang akrab disapa Danang itu tak menyangka, Kamis (9/8/2018) menjadi hari terakhir menjaga keselamatan Sandiaga.

Sandiaga mengundurkan diri sebagai wakil gubernur DKI. Sandiaga mengundurkan diri karena maju sebagai calon wakil presiden RI mendampingi Prabowo Subianto yang maju sebagai calon presiden RI.

Danang dan tim dari Wagub juga tak mengetahui Sandiaga maju sebagai cawapres. Dirinya baru mengetahui Sandiaga maju, ketika mendampingi Sandiaga untuk menemui Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di ruangannya.

Calon Wakil Presiden RI Sandiaga Uno menghadiri acara perlombaan HUT ke-73 Kemerdekaan RI di Jalan Jaksa, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (17/8/2018) petang. [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]
Calon Wakil Presiden RI Sandiaga Uno menghadiri acara perlombaan HUT ke-73 Kemerdekaan RI di Jalan Jaksa, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (17/8/2018) petang. [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

"Pertama kali tahu ketika ke ruangan pak gubernur, itu saya kaget. Jadi alurnya disuruh masuk ajudan gubernur, dibilangin ini perpisahan. Saya kaget dan saya abadikan di status dari HP saya," ujar Danang kepada Suara.com di Balai Kota.

Pria yang menjadi anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sejak 2012 itu menceritakan banyak suka dan duka mendampingi Sandiaga sebagai ajudan. Kata Danang, lebih banyak suka dibanding duka saat mendampingi Sandiaga.

Sukanya kata Danang seperti dilatih bekerja profesional. Namun kata Danang tidak ada dukanya selama mendampingi Sandiaga selama 10 bulan.

Sandiaga Uno. (Suara.com/Ria Rizki)
Sandiaga Uno. (Suara.com/Ria Rizki)

"Suka duka banyak sekali. Paling banyak sukanya dukanya nggak ada. Sukanya kita seperti dilatih bapak bekerja secara profesional, ikhlas terus sesuai dengan tupoksi masing-masing. Kalau dukanya nggak ada. Kalau capek, fisik. Masing-masing. Sebagai ajudan kaget dengan fisik bapak yang luar biasa," kata dia.

Lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri itu menceritakan sosok Sandiaga tak pernah memarahi bawahannya jika melakukan kesalahan. Danang tak pernah dimarahin, melainkan dibuli melalui sindiran candaan.

Selain bertugas menjaga dan mengawal Sandiaga, Danang juga bertugas menyiapkan pantun untuk Sandiaga. Pantun tersebut dibacakan setiap Sandiaga menghadiri acara.

"Bapak (Sandiaga) setiap menghadiri suatu acara, pasti bapak otomatis minta pantun baik ajudan protokol harus siap pantun," ucap Danang.

Calon wakil presiden Sandiaga Uno melambaikan tangan usai pemeriksaan awal saat menjalani tes kesehatan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (13/8). KPU menyelenggarakan tes kesehatan bagi para kandidat capres dan cawapres salah satu syarat verifikasi Pilpres 2019. [Suara.com/Muhaimin A Untung]
Calon wakil presiden Sandiaga Uno melambaikan tangan usai pemeriksaan awal saat menjalani tes kesehatan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (13/8). KPU menyelenggarakan tes kesehatan bagi para kandidat capres dan cawapres salah satu syarat verifikasi Pilpres 2019. [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Tak hanya itu, Danang memuji sosok Sandiaga yang bekerja secara profesional. Sebab jelang pengunduran dirinya, ia masih tetap bekerja secara profesional.

"Bapa sampai H-1 bapak masih kerja secara profersional. Bapak masih nanya rapat ini masih jalan masih profesional hebat. Ajudan saja nggak tahu kalau bapak maju," kata dia.

Tes Menjadi Jadi Ajudan Wagub

Menjadi ajudan wakil gubernur DKI merupakan pengalaman yang pertama bagi Danang. Ia pun tak menyangka bisa mendampingi Sandiaga.

Kata Danang, sebelum dipilih menjadi ajudan, Danang harus menjalani tes yang ada Badan Kepegawaian Daerah dan Biro Kepala Daerah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Nggak nyangka, karena kita sebelum menjadi ajudan gubernur dan wakil gubernur itu dites dulu oleh BKD , dites sama biro KDH seperti tes kemampuan dasar, pengetahuan umum sama fisik juga," ucap pria yang sudah menjadi Satpol PP sejak 2012 itu.

Meski kehilangan Sandiaga, Danang banyak mendapat pelajaran saat mendampingi Sandiaga. Sandiaga kata Danang adalah orang yang rajin salat dhuha, dan puasa Senin-Kamis.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. (Suara.com/Ummi Hadyah Saleh)
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. (Suara.com/Ummi Hadyah Saleh)

"Bapak rajin banget sebelum ke kantor di mobil, bapak selalu salat dhuha setiap pagi, Senin Kamis juga puasa. Terkadang kalau ada event lari bapak pasti puasa , luar biasa," ucapnya.

Selain mendapat kenang-kenangan dari Sandiaga, Danang mendapat ilmu dan rutin melaksanakan solat sunnah dan puasa Senin Kamis.

"Saya dikasih baju koko terus kenang-kenangan kita diberi ilmu, solat tahajud, puasa Senin Kamis," kata dia.

Ia pun mendoakan Sandiaga yang maju sebagai calon wakil presiden untuk menjadikan Indonesia lebih baik.

"Bapak hebat, doa saya yaitu semoga bapak menjadi wakil rakyat yang dapat membawa perubahan menjadikan Indonesi lebih sejahtera maju pokokny yang terbaik buat Indonesia," tandasnya.

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS