alexametrics
Liputan Khas

KHAS adalah sajian beragam artikel dengan topik-topik menarik hasil liputan khusus/khas dari tim redaksi Suara.com.

Berkas Pemeriksaan yang Gaib, Buku Merah yang Terkoyak

Tim Liputan Khusus
Berkas Pemeriksaan yang Gaib, Buku Merah yang Terkoyak
[Suara.com]

Tertulis di dokumen itu bahwa dalam buku bank merah juga terdapat nama Kapolda/Tito atau Tito saja.

Suara.com - Tak ada keistimewaan yang tampak dari buku bersampul warna merah tersebut. Layaknya buku laporan keuangan perusahaan kecil, hanya bertuliskan ”Buku Bank”. Namun, di dalamnya, terdapat lembaran yang terkoyak, hilang. Belakangan, isinya diduga catatan aliran dana Basuki Hariman ke sejumlah pejabat lembaga negara.

BUKU merah yang ditengarai lembarannya tak lagi utuh itu mendarat di keranjang digital laman IndonesiaLeaks—jaringan sejumlah media massa untuk melakukan peliputan investigatif, beberapa bulan lalu.

Bersamaan dengan buku yang disebut telah terkoyak tersebut, juga terdapat ”Buku Kas” bersampul berwarna hitam, dokumen berita acara pemeriksaan (BAP) terhadap saksi bernama Kumala Dewi Sumartono, serta terselip kronologi kasus.

Ternyata, buku merah maupun dokumen lainnya saling terkait, yakni merekam kesaksian anak buah pengusaha daging Basuki Hariman mengenai catatan duit untuk sejumlah pejabat.

Basuki adalah salah satu tersangka dan akhirnya menjadi terpidana kasus suap kepada hakim konstitusi Patrialis Akbar pada Januari 2017. 

Keberadaan buku merah itu sendiri sempat membuat gaduh seisi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), lantaran pustaka tersebut pernah dilaporkan dirusak. Hal ini belum pernah terungkap secara lugas kepada publik.

Sementara kabar yang mengemuka ke media kala itu adalah, Direktorat Pengawas Internal KPK menjatuhkan sanksi terhadap dua penyidik kasus suap daging sapi Basuki Hariman dari unsur Polri, yakni Roland Ronaldy dan Harun.

Kedua penyidik tersebut dipulangkan ke Polri. Padahal, masa bakti mereka seharusnya baru selesai pada tahun 2019.

Tak hanya itu, ada pula kejanggalan mengenai BAP saksi Kumala Dewi dalam perkara suap tersebut yang dibuat penyidik KPK dari unsur sipil, yakni Surya Tarmiani. Sebab, BAP itu tak pernah sampai ke pengadilan.