Jalur Berbukit Penuh Kabut, Evakuasi Korban Penembakan Trans Papua Tertunda

Bangun Santoso
Jalur Berbukit Penuh Kabut, Evakuasi Korban Penembakan Trans Papua Tertunda
Ilustrasi pembangunan infrastruktur jalan Trans Papua. [Dok Kementerian PUPR]

Tim gabungan menyiapkan 150 personel untuk evakuasi korban penembakan di Trans Papua.

Suara.com - Proses evakuasi korban penembakan pekerja Trans Papua di Kabupaten Nduga, Papua terpaksa ditunda akibat cuaca buruk. Rencananya proses evakuasi bakal dilanjutkan pada Rabu (5/12/2018) pagi ini.

Danrem 172/PWY, Kolonel Inf. Jonatan Binsar Sianipar mengatakan, proses evakuasi korban tidak dapat dilanjutkan, karena cuaca di sekitar Distrik Mbua, Kabupaten Nduga dalam kondisi berkabut. Distrik ini merupakan jalan masuk menuju Distrik Yal yang menjadi lokasi korban berada.

“Pasukan yang diterjunkan sudah sampai di Mbua, tapi karena di sana sudah berkabut jadi kita tidak bisa lanjutkan perjalanan sampai ke Yigi dan Yal mudah-mudahan besok pagi kita bisa bergerak ke Yigi," kata Jonatan seperti dilansir Tabloidjubi.com di Makodim 1702/Jayawijaya, Selasa (4/12/2018).

Meski begitu Danrem memastikan jika Rabu hari ini tim akan melanjutkan perjalanan ke Yal dan Yigi. Di mana aparat keamanan gabungan akan langsung menuju ke lokasi untuk mengevakuasi korban.

Menurut Jonatan, tim gabungan sudah menyiapkan sekitar 150 pasukan untuk melakukan evakuasi. Jumlah ini dianggap cukup untuk mengamankan Yigi dan Yal yang diduga masih dikuasai kelompok bersenjata.

“Yang jelas informasi terakhir ada empat orang yang masih hidup dan nanti kita evakuasi malam ini bersama anggota kita yang kena tembak,” katanya.

Ia menjelaskan, dalam kasus ini ada seorang anggota TNI yang tewas dari Pos Batalyon 755/Yalet. Sementara tim evakuasi juga menemukan empat orang warga dalam kondisi selamat meski mengalami luka tembak. Saat ini, mereka telah dievakuasi ke Kabupaten Jayawijaya.

Danrem juga belum bisa memberikan informasi pasti tentang jumlah korban tewas. Ini karena tim yang bertugas melakukan evakuasi belum berhasil memasuki lokasi kejadian.

“Medannya naik turun dan jalannya masih belum di aspal masih diperkeras dan berbatu, jadi itu membuat kami dari sini sampai ke sana sekitar 7-8 jam. Selama perjalanan kita diganggu terus, kita sempat ditembaki dua kali sama kelompok bersenjata. Tadi ada satuan kita yang mendahului datang menggunakan heli sudah menduduki pos kita di sana dan mereka lari, cuman yang menghadang kita di jalan ini dari ketinggian yang menembak kita dua kali," papar Jonatan.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. A.M Kamal mengakui pada percobaan evakuasi di hari pertama, sejumlah aparat mendapati jalan diblokir sehingga petugas tak bisa memasuki wilayah tersebut. Tim gabungan hanya berhasil mengamankan empat korban yang mengalami luka tembak.

“Untuk korban yang ditemukan ini antara lain Marthinus Sampe seorang karyawan PT Istaka Karya, mengalami luka tembak di kaki kiri, Jufrianto luka tembak di pelipis kiri, Irawan karyawan Telkomsel dan Jhon dari petugas kesehatan,” ungkapnya Selasa (4/12/2018).

Saat ini anggota juga masih terus melakukan penyisiran dari Mbua ke distrik Yal. Menurut Kamal, tempat kejadian perkarat diketahui tersebar di sejumlah lokasi. Kelompok bersenjata ini juga melakukan penyerangan di camp karyawan.

“Empat orang yang berhasil selamat ini sekarang sedang dalam perjalanan menggunakan mobil untuk di evakuasi ke Wamena untuk mendapat perawatan insentif,” kata Kamal.

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS