Heboh 'Yang Gaji Ibu Siapa', Titiek Soeharto: Menkominfo Kekanak-kanakan

Bangun Santoso | Ria Rizki Nirmala Sari
Heboh 'Yang Gaji Ibu Siapa', Titiek Soeharto: Menkominfo Kekanak-kanakan
Titiek Soeharto di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (2/2/2019). (Suara.com/Ria Rizki)

"Masa sih selevel menteri nggak tahu yang gaji PNS itu siapa, kan gajinya dari uang rakyat dari pajak,"

Suara.com - Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto menilai Menkominfo Rudiantara seperti anak kecil saat bertanya 'yang gaji ibu siapa' kepada salah satu pegawainya yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN). Menurutnya tidak mungkin sekelas menteri tidak mengetahui soal upah sampai harus bertanya kepada anak buahnya.

Titiek menilai kalau Menteri Rudiantara tidak harus sampai melontarkan pertanyaan 'yang gaji ibu siapa' sebagai imbas atas jawaban seorang ASN yang menyebut memilih nomor 'dua'. Pasalnya, pertanyaan itu justru memperlihatkan ketidakdewasaan dari seorang menteri.

"Masa sih selevel menteri nggak tahu yang gaji PNS itu siapa, kan gajinya dari uang rakyat dari pajak. Saya rasa itu tidak perlu diutarakan, ini menunjukkan kekanak-kanakan lah ya," kata Titiek di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (2/2/2019).

Titiek enggan berkomentar apabila kejadian itu menjadi bukti adanya keberpihakan Rudiantara pada salah satu pasangan calon. Akan tetapi dirinya memastikan kepada aparat penegak hukum dan pengawas jalannya kampanye Pemilu 2019 untuk bisa bertindak adil.

Baca Juga: 3 Sumber Kekayaan Darma Mangkuluhur, Anak Tommy Soeharto yang Sudah Sukses di Usia 24 Tahun

"Kalau di tempat kita angkat tangan (jari) dua itu diproses, tapi kalau di tempat lain tidak diproses," ujarnya.

Dirinya mencontohkan dengan kasus yang menimpa Ahmad Dhani. Ahmad Dhani divonis 1 tahun 6 bulan atas kasus ujaran kebencian. Namun, di sisi lain saat pihak dari Capres - Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno melaporkan adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh kubu nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi, tidak ada satupun yang diselesaikan.

"Apa yang dia lakukan juga dilakukan oleh tim sebelah sana tapi kami adukan itu tidak diproses. Saya minta, saya mengimbau aparat bisa berbuat adil seadil-adilnya dalam negara hukum ini," pungkasnya.