Mengerikan! Ini Data Bencana Alam Indonesia, Prabowo - Jokowi Harus Lihat

Pebriansyah Ariefana | Chyntia Sami Bhayangkara
Mengerikan! Ini Data Bencana Alam Indonesia, Prabowo - Jokowi Harus Lihat
Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin serta pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno berpelukan dan bersalaman usai mengikuti debat pertama Pilpres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Jokowi - Maruf Amin dan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno harus melihat data bencana alam di Indonesia itu.

Suara.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPB) meminta agar isu kebencanaan dimasukkan ke dalam materi Debat Pilpres 2019. Sebab, tren bencana alam yang terus mengalami peningkatan signifikan memerlukan penanganan khusus dari pemimpin Indonesia di msa mendatang.

Menurut BNPB, Jokowi - Maruf Amin dan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno harus melihat data bencana alam di Indonesia itu.

Letak geografis Indonesia menyebabkan Indonesia rawan terjadi berbagai bencana. Mulai dari banjir, tanah longsor, gempa bumi hingga tsunami sering terjadi di berbagai penjuru negeri dan berpotensi besar mengalami peningkatan intensitas kejadian hingga 76 persen.

Berikut Suara.com merangkum potensi bencana yang bisa terjadi kapanpun dan dimanapun di Indonesia dihimpun dari data BNPB. Potensi bencana inilah yang harus menjadi bahan pertimbangan khusus bagi calon presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto dalam menentukan kebijakan ke depan.

1. Banjir

Tim relawan mengevakuasi warga yang terjebak banjir di Perumahan Bung Permai, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (23/1). [ANTARA FOTO/Sahrul Manda Tikupadang]
Tim relawan mengevakuasi warga yang terjebak banjir di Perumahan Bung Permai, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (23/1). [ANTARA FOTO/Sahrul Manda Tikupadang]

Daratan Indonesia terdiri dari dataran rendah dan dataran tinggi. Seringkali dataran rendah di beberapa wilayah tidak mampu menampung air hujan yang turun saat musim penghujan. Faktor penyebab lainnnya bisa dikarenakan kelalaian manusia, seperti tanggul bocor hingga menyebabkan banjir bandang.

Merujuk pada data BNPB sepanjang awal Januari hingga 7 Februari tercatat sudah ada 110 kejadian banjir. Akibatnya, 87 orang meninggal 11 orang hilang, 79 orang mengalami luka, 320.718 orang terpaksa mengungsi dan 2.350 rumah mengalami kerusakan. Dilihat dari tren kejadiannya, kejadian banjir pada 2019 ini jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya di periode waktu yang sama.

2. Puting Beliung

Warga melintas di dekat rumah yang rusak akibat diterjang angin puting beliung di kawasan Jejalen, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (22/1). [ANTARA FOTO/Risky Andrianto]
Warga melintas di dekat rumah yang rusak akibat diterjang angin puting beliung di kawasan Jejalen, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (22/1). [ANTARA FOTO/Risky Andrianto]

Tak hanya banjir yang selalu mengintai Indonesia, bencana puting veliung pun terbilang cukup tinggi terjadi mengingat wilayah Indonesia merupakan wilayah tropis. Merujuk data BNPB pada awal Januari hingga 7 Februari 2019, tercatat sudah ada 241 kejadian putting beliung.

Akibatnya, 2 orang meninggal, 71 orang mengalami luka, 3.683 rumah mengalami kerusakan dan 5.231 orang mengungsi. Kejadian putting beliung banyak meneln korban jiwa dan kerusakan cukup besar lantaran minimnya kesadaran masyarakat terhadap bencana dan juga minimnya kesiapan sarana prasarana yang ada.

3. Tanah Longsor

Tim SAR Gabungan berusaha membuat tanggul di sungai Manuju yang amblas akibat longsor di Desa Pattilasang, Kecamatan Manuju, Gowa, Sulawesi Selatan, Jumat (25/1). ANTARA FOTO/Yusran Uccang
Tim SAR Gabungan berusaha membuat tanggul di sungai Manuju yang amblas akibat longsor di Desa Pattilasang, Kecamatan Manuju, Gowa, Sulawesi Selatan, Jumat (25/1). ANTARA FOTO/Yusran Uccang

Sepanjang awal Januari hingga 7 Februari 2019, tercatat ada 111 kejadian tanah longsor di berbagai wilayah di Tanah Air. Bencana ini banyak terjadi di daerah dataran tinggi yang telah mengalami abrasi lantaran tingginya tingkat kepadatan penduduk dan minimnya pepohonan ataupun tanggul penyangga.

Dari insiden ini tercatat ada sebanyak 12 orang meninggal dunia, 29 orang mengalami luka-luka. 278 orang mengungsi, dan 238 rumah rusak. Minimnya kesadaran masyarakat dan upaya pemerintah untuk mengantisipasi terjadinya longsor menjadi penyebab banyaknya korban jiwa akibat insiden ini.

4. Letusan Gunung Api

Gunung Anak Krakatau meletus. (BNPB)
Gunung Anak Krakatau meletus. (BNPB)

Indonesia dikenal sebagai Ring of Fire karena dipenuhi banyak sekali gunung api. Tak jarang, berbagai wilayah mendapatkan ancaman letusan gunung api cukup besar.

Merujuk data BNPB sejak awal Januari hingga 7 Februari 2019 tercatat baru ada 2 kejadian letusan gunung api. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini lantaran letusan yang dihasilkan masih belum teralu besar. Namun, sedikitnya ada 113 orang yang terpaksa mengungsi.

5. Gempa Bumi

Pasca gempa dan Tsunami di Petobo,Palu (Suara.com/ Peter Rotti)
Pasca gempa dan Tsunami di Petobo,Palu (Suara.com/ Peter Rotti)

Gempa bumi menjadi salah satu bencana yang paling ditakuti di Indonesia. Indonesia yang terletak diatas patahan beberapa lempeng teknonik menyimpan kekuatan pergeseran lempeng yang sangat besar. Berawal dari pergeseran lempeng ini mengakibatkan gempa bumi dahsyat, likuifaksi hingga berujung pada tsunami.

Dari data BNPB sepanjang awal Januari hingga Februari 2019, tercatat ada 4 kali kejadian gempa bumi kecil yang tidak berdampak besar. Meski demikian, potensi gempa bumi yang begitu tinggi tidak boleh disepelekan.

Terlebih, saat ini kebanyakan bangunan di Indonesia belum menerapkan standar bangunan tahan gempa. Hal ini yang menjadi faktor penyebab banyaknya korban jiwa dalam setiap kejadian dan dampak kerusakan infrastruktur yang begitu besar.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS