Selawat dan Zikir Nasional di Monas Akan Dihadiri Puluhan Ribu Orang

Liberty Jemadu
Selawat dan Zikir Nasional di Monas Akan Dihadiri Puluhan Ribu Orang
Tugu Monas di Jakarta Pusat. [Chyntia Sami Bhayangkara]

MUI DKI Jakarta mengatakan bahwa tujuan acara ini murni doa bersama tanpa tujuan politik.

Suara.com - Puluhan ribu massa diperkirakan akan menghadiri Senandung Selawat dan Zikir Nasional serta Do a untuk Keselamatan Bangsa di lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Kamis 21 Februari 2019.

"Perkiraan massa yang hadir bisa mencapai puluhan ribu dan kita sudah konfirmasi kepanitiaan ke Pemprov DKI" kata Kabid Infokom Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta Faiz Rafdi saat dihubungi Antara, Rabu (20/2/2019).

Faiz menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini sesuai namanya yaitu selawat dan zikir untuk ukhuwah, kesatuan dan keselamatan bangsa. Hal itu berawal karena keprihatinan terhadap umat yang terpecah belah oleh politik, serta sejumlah bencana alam seperti di Banten.

Terkait dengan adanya pihak yang mengatasnamakan acara tersebut atau memanfaatkannya, Faiz mengaku tidak tahu menahu tentang hal itu, namun dia sekali lagi menegaskan bahwa tujuannya adalah murni selawat dan zikir bersama.

Faiz juga menyampaikan bahwa tujuan acara ini murni doa bersama tanpa tujuan politik, serta berupaya agar acara tersebut tidak disusupi muatan politik.

"Salah satu pencegahannya, anggota atau ormas-ormas Islam yang kita undang sudah kita sampaikan bahwa tujuannya selawat dan zikir bersama. Jadi, tidak ada muatan-muatan yang lain. Itu sudah kita tegaskan. Apakah nanti ada orang yang memanfaatkan, kita memang tidak antisipasi sejauh itu karena umat yang hadir sangat banyak," ujarnya.

Faiz juga menghimbau para peserta yang hadir untuk waspada terhadap pihak yang mencoba mengatasnamakan MUI.

"Seperti yang saya sampaikan, informasi resmi selalu dari MUI, ada logo MUI. Kalau di luar itu MUI tidak bertanggung jawab, termasuk penggalangan dana. Acara resmi selalu ada simbol ketua umum, sekretaris umum, di luar itu kita tidak bertanggung jawab," pungkasnya.

Berikut susunan acara Senandung Selawat dan Zikir Nasional, serta Do a untuk Keselamatan Bangsa:

16.00 : Jamaah Mendatangi Monumen Nasional
18.00-18.30 : Salat Maghrib Berjamaah
18.30-19.30 : Senandung Zikir
19.30-20.00 : Salat Isya Berjamaah
20.00-20.30 : Senandung Selawat Nabi
20.30-20.40 : Sambutan Ketua Umum MUI Provinsi DKI Jakarta
20.40-21.00 : Sambutan Gubernur Provinsi DKI Jakarta
20.00-22.00 : Ceramah Agama Tabligh Akbar.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS