Antisipasi Banjir, Contraflow Diberlakukan di Tol Ngawi-Kertosono

Chandra Iswinarno
Antisipasi Banjir, Contraflow Diberlakukan di Tol Ngawi-Kertosono
Gerbang tol Madiun di Jalan Tol Ngawi - Kertosono, Jawa Timur. [Dok Jasa Marga]

Sebelum pemberlakuan contraflow, PT JNK juga telah melakukan sejumlah rekayasa lalu lintas demi keamanan pengguna jalan.

Suara.com - Tingginya curah hujan yang menyebabkan meluapnya sejumlah sungai di sekitar Tol Ngawi-Kertosono memaksa operator Jalan Tol Ngawi Kertosono, PT Jasamarga Ngawi Kertosono (PT JNK) memberlakukan sistem contraflow.

Pemberlakuan rekayasa contraflow diberlakukan PT JNK mulai Kamis (7/3/2019) pukul 13.15 WIB. Pemberlakuan rekayasa tersebut dilakukan di ruas Km 607+800 hingga Km 601+900 dengan berkoordinasi bersama pihak kepolisian.

Dari release yang diterima Suara.com, sebelum pemberlakuan contraflow, PT JNK juga telah melakukan sejumlah rekayasa lalu lintas demi keamanan pengguna jalan.

Salah satunya adalah pengalihan lalulintas Kendaraan Golongan I untuk tidak melewati wilayah jalan tol yang terdampak luapan sungai.

"Melihat genangan air yang tidak juga surut dan cenderung bertambah tinggi, serta mengantisipasi terputusnya akses Jalan Tol Ngawi Kertosono, sejak hari Kamis (07/03) pukul 00.50 WIB, PT JNK melakukan pengalihan seluruh golongan kendaraan dari Surabaya menuju Jakarta keluar Gerbang Tol (GT) Caruban," tulis release tersebut.

Pun untuk sementara, lalu lintas pada arah sebaliknya, yaitu dari Jakarta menuju Surabaya, masih dapat dilalui oleh semua kendaraan.

Untuk kendaraan yang keluar GT Caruban dapat mengakses Jalan Tol Ngawi Kertosono kembali setelah melalui jalan arteri dan masuk melalui GT Madiun.

Namun hingga informasi disampaikan, pada Kamis (7/3/2019) pukul 14.00 WIB, air sudah mulai surut, tetapi ketinggiannya masih mencapai 70 centimeter.  Lantaran itu, PT JNK berkoordinasi dengan pihak Kepolisian masih melakukan rekayasa lalu di Km 607+800 hingga Km 601+900.

"Sejak pukul 13.15 WIB, rekayasa lalulintas contraflow di lokasi yang sama juga sudah mulai diberlakukan."

Hal tersebut dilakukan karena meratanya dan tingginya curah hujan di wilayah Madiun dan sekitarnya sehingga membuat daerah aliran sungai tidak dapat menampung debit air di sekitar wilayah jalan tol.

Ke depannya, PT JNK akan berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk mencari solusi agar masalah ini tidak terulang kembali di kemudian hari.

PT JNK memohon maaf atas ketidaknyamanan ini dan pemakai jalan diimbau untuk selalu berhati-hati serta mengikuti arahan petugas dan rambu-rambu petunjuk yang ada.

Sebelumnya, Manager Operasional PT JNK Sabilillah mengatakan, pemberlakuan contraflow sedang dalam persiapan. Dikatakaan Sabilillah, tingginya curah hujan mengakibatkan sungai-sungai besar di sekitar jalan tol tersebut meluap.

"Jalan tol pun ikut terdampak tergenang, terutama di ruas tol KM 603 hingga 604.200. Untuk itu contraflow akan kita berlakukan," jelasnya, Kamis (7/3/2019).

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS