alexametrics
Liputan Khas

KHAS adalah sajian beragam artikel dengan topik-topik menarik hasil liputan khusus/khas dari tim redaksi Suara.com.

8 Sekawan Taiwan Dihukum Mati (2): Penerjemah Ilegal dan Cela Vonis Mati

Reza Gunadha | Tim Liputan Khusus
8 Sekawan Taiwan Dihukum Mati (2): Penerjemah Ilegal dan Cela Vonis Mati
[Suara.com/Ema Rohimah]

Kelimanya ditangkap dalam keadaan tanpa barang bukti apa pun. Kami sayangkan pada saat persidangan, pihak Bea Cukai tidak dihadirkan," kata Juan.

Suara.com - Delapan warga negara Taiwan divonis mati di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan tuduhan mengedarkan sabu sebanyak 1 ton. Dalam persidangan, terdapat cela hukum dan tak ada bukti kuat yang menunjukkan mereka secara langsung terlibat dalam bisnis gelap.

SUASANA PN Jakarta Selatan tampak ramai pada Kamis, 26 September 2018. Siang itu, aparat kepolisian beserta puluhan pewarta dari berbagai media massa memenuhi ruang sidang utama untuk menyaksikan persidangan dengan agenda putusan perkara sabu 1 ton.

Tim majelis hakim yang terdiri dari Haruno Patriadi, Effendi Mukhtar, dan Achmad Rosidin memasuki ruang sidang dengan berpakaian lengkap, simare merah dan bef warna putih.

Dalam agenda sidang ini terdapat dua pembacaan vonis, yakni kepada para pelaku transporter (kurir) laut dan pelaku transporter darat.

Baca Juga: Liputan Khas: Ilmuwan Beberkan Bahaya Tersembunyi Polusi Udara

Hakim Haruno bertindak sebagai ketua majelis hakim pada sidang pembacaan vonis para pelaku transporter laut yang terdiri dari Juang Jin Sheng; Sun Kuo Tai; Sun Chi Feng; Kuo Chun Yuan; dan, Tsai Chih Hung.

Sedangkan hakim Effendi bertindak sebagai ketua majelis hakim pada sidang pembacaan vonis bagi transporter darat yakni Liao Guan Yu, Chen Wri Cyuan dan Hsu Yung Li.

Sidang pertama dimulai dengan pembacaan vonis bagi para transporter darat.

Dalam putusannya, hakim Effendi mengatakan ketiga transporter darat dinyatakan terbukti menerima narkotika golongan satu dalam bentuk bukan tanaman, yang beratnya melebihi 5 gram. Mereka disebut melakukan tindak pidana dan dijatuhi hukuman mati.

“Telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pemufakatan jahat dengan melanggar hukum menerima narkotika golongan satu dalam bentuk bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 gram. Menjatuhkan kepada para terdakwa masing-masing dengan pidana mati,” ujar Effendi di hadapan para terdakwa.

Baca Juga: Liputan Khas: 'Bis Kota', Melawan Kopi Saset dari Utara Jakarta

Sementara hakim Haruno menyatakan, kelima transporter yang berperan di laut terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pemufakatan jahat dengan melanggar hukum menerima narkotika golongan satu dalam bentuk bukan tanaman, yang beratnya melebihi 5 gram.

Komentar