Alasan Driver Ojol, Ngetem di Tepi Jalan karena Kemauan Penumpang

Agung Sandy Lesmana | Ria Rizki Nirmala Sari
Alasan Driver Ojol, Ngetem di Tepi Jalan karena Kemauan Penumpang
Iswanto, driver ojek online saat ditemui di kawasan MH. Thamrin, Jakarta Pusat. (Suara.com/Ria).

"Enggak semua sih ya, kalau berhenti sembarangan sih enggak juga sih. Kita berhenti di tempat-tempat tertentu," tandasnya.

Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menertibkan ojek online (ojol) yang mangkal di badan jalan lantaran dianggap menyumbang kemacetan di jalan raya.

Mendengar hal itu, sopir ojol mengaku hanya mengikuti keinginan dari penumpang.

Iswanto misalnya, sopir ojol ini mengatakan bahwa seringkali dirinya mendapatkan penumpang yang ingin turun di dekat lokasi tujuan. Meskipun ia sudah meminta untuk memberhentikan sepeda motornya di tempat yang sesuai, namun mau tidak mau ia harus menuruti kemauan dari pelanggan.

"Penumpang pengin turun di bahu jalan. Pernah ngasih tahu, kadang-kadang penumpangnya bilang enggak apa-apa, cuma sebentar," kata Iswanto saat ditemui di kawasan MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (8/8/2018).

Dengan begitu Iswanto tidak sepakat apabila dianggap sebagai sumber kemacetan di Jakarta. Pasalnya menurut ia sebagian besar para pengemudi ojol tetap menunggu atau menurunkan penumpang pada titik-titik yang benar.

"Enggak semua sih ya, kalau berhenti sembarangan sih enggak juga sih. Kita berhenti di tempat-tempat tertentu," tandasnya.

Untuk diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menindak para ojek online (ojol) yang masih bandel mangkal di badan jalan. Pemprov akan melakukan razia untuk mengatasi hal tersebut.

Dinas Perhubungan DKI Jakarta menamakan razia tersebut operasi lingkar badai. Nantinya operasi tersebut dilakukan kepada ojol yang mangkal di kawasan halte TransJakarta, stasiun dan lokasi lainnya yang menimbulkan kemacetan karena ulah ojol itu.

Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan akan menempatkan para anggotanya di beberapa lokasi. Tujuannya untuk menggertak para ojol agar tidak mangkal sembarangan.

"Di situ ada anggota kami yang melingkar misalnya di Sudirman-Thamrin dan Merdeka Barat itu mereka ojol untuk tidak parkir di lokasi-lokasi tadi," kata Syafrin di Balai Kota, Rabu (7/8/2019).

Ia berharap melalui operasi tersebut, para ojol tidak mangkal sembarangan. Dishub disebut Syafrin akan bekerjasama dengan Ditlantas Polda Metro Jaya. Kepolisian nantinya akan melakukan tindakan hukum sesuai dengan wewenangnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS