Kebaikan Dibilang Sensasi, Awkarin Menantang Budiman Sudjatmiko

Rendy Adrikni Sadikin
Kebaikan Dibilang Sensasi, Awkarin Menantang Budiman Sudjatmiko
Awkarin [Suara.com/Revi]

Tantangan itu disampaikan Awkarin melalui jejaring sosial Twitter.

Suara.com - Kebaikannya disebut berbasis sensasi, selebgram Karin Novilda menantang politikus sekaligus mantan anggota DPR Budiman Sudjatmiko melalui akun jejaring sosial Twitter miliknya @awkarin.

Berawal ketika seorang warga pengguna jejaring sosial Twitter menanyakan kapan Budiman Sudjatmiko dan Awkarin berkolaborasi untuk membuat kegiatan yang esensial dan sensasional.

"Kapan nih mas Budi, mba Karin dan bu Butet, kolaborasi bareng untuk buat kegiatan yang esensional dan sensasional seperti samudra tersebut?" ujar pengguna akun @charistian_f.

Awkarin pun menyambutnya. Dia pun setuju untuk membuat gerakan yang bukan sekadar sensasi atau cuma esensi seperti yang dikatakan Budiman. Pun dia menantang Budiman untuk turut andil.

"Nah, saya lebih nunggu ini nih. Walk the talk aja. Pak Budi kan orang pintar dan berpower, belum lagi Bu Butet, dan saya dengan massa dan influence saya. Pasti kita bisa membuat gerakan yang bukan sekadar cuma SENSASI atau cuma ESENSI. Tapi keduanya bergabung. Yuk, Pak, I’m down," tulis Awkarin.

Cuitan itu dibalas Budiman, "Tentu banyak yang lain yang bisa saling membantu. Saya cuma bisa nyumbang panggung jika kamu, mbak Tri, Butet dan lain-lain bisa satu panggung. Saya paling banter jadi moderatornya saja."

Awkarin pun berkicau merasa terhormat jika bisa bertemu Budiman Sudjatmiko untuk membahas hal yang dapat dilakukan guna membantuk Indonesia.

"@budimandjatmiko yuk pak, would be such an honor to meet you in person untuk membahas apa yang bisa kita bantu untuk negara ini," tulis Awkarin.

Budiman pun membalas. Dia berniat untuk mengajak Awkarin ke desa-desa dan akan memperkenalkan dengan Tri Mumpuni, pemberdaya listrik di desa terpencil hingga Alissa Wahid.

"Okesip. Saya akan ajak kamu ke desa-desa. Juga kukenalin nanti dgn mbak Tri, @AlissaWahid, kepala desa @bayudermaji, dan lain-lain," cuit Budiman membalas ajak Awkarin.

Awkarin pun kembali melontarkan niatnya. Dia ingin mendiskusikan jadwal dengan Budiman Sudjatmiko.

"Baik, pak. Looking forward to meet you in person. Kalo kita mau meeting-in dulu boleh pak, biar kita sesuaikan jadwal kita. Kebetulan ada program tentang Mental Health Nasional yang ingin saya jalankan, dengan mengumpulkan psychologists volunteers, untuk konsultasi rakyat gratis," cuit Awkarin.

Sebelumnya diketahui aksi sosial selebgram Karin Novilda alias Awkarin terhadap seorang pengemudi ojek online tampaknya menuai tanggapan dari politikus sekaligus mantan angota DPR Budiman Sudjatmiko.

Melalui akun jejaring sosial Twitter miliknya, @budimandjatmiko, Senin (14/10/2019), Budiman menyebut kebaikan Awkarin berbasis sensasi. Dia membandingkan dengan Tri Mumpuni, pemberdaya listrik di lebih dari 60 lokasi terpencil di Indonesia.

"Dua contoh kebaikan oleh 2 perempuan: 1. Awkarin & 2. Tri Mumpuni. Yang pertama basisnya sensasi, yang ke 2 esensi. Kebaikan harus sensasional tapi yang lebih penting juga esensial. Tak cukup salah satu. Budaya kita lebih suka yang pertama, meski tubuh kita butuh yang ke-dua," cuit Budiman Sudjatmiko.

Menurut Budiman, kebaikan yang esensi mengubah nasib banyak orang dengan mendalam namun jumlah yang terdampak lebih sedikit ketimbang imbas kebaikan sensasional.

"Yang esensial mengubah nasib banyak orang dengan mendalam tapi jumlah yang terdampak lebih sedikit daripada dampak tindakan kebaikan sensasional. Kebaikan sensasional menginspirasi jauh lebih banyak orang tapi dangkal dampaknya," kicau Budiman Sudjatmiko.

Budiman mengibaratkan kebaikan esensial seperti sumur yang dalam tapi tidak lebar. Sementara, kebaikan sensasional diibaratkan genangan air, lebar tapi dangkal.

"Yang esensial itu sumur, ia dalam tapi tak lebar. Yang sensasional itu air menggenang, ia lebar tapi dangkal. Cuma samudera yang esensial & sensasional. Ia kekal & dikenal karena dalam & sekaligus lebar. Peradaban manusia harus diarahkan ke keseimbangan ini agar adil," tulis Budiman Sudjatmiko.

Budiman menambahkan, "Untuk lebih memperluas cakrawala, kita ambil contoh lain: Greta Thunberg dan Butet Manurung. Greta menginspirasi orang banyak lewat sensasi di pusat-pusat atensi dunia (Eropa dan Amerika) untuk advokasi lingkungan, Butet melakukan esensinya tinggal di hutan bertahun-tahun."

Aksi sosial Awkarin kembali menuai sorotan. Dia menuturkan niatnya membelikan sepeda motor untuk pengemudi ojek online yang baru saja menjadi korban pencurian kendaraan bermotor.

''Ada yang tau contact langsung si bapak ojol yang kehilangan motornya? Saya mau belikan yang baru agar dia bisa kembali mencari nafkah,'' cuit Awakrin di media sosial.

Tak perlu menunggu terlalu lama, Awakrin bahkan sudah menyiapkan satu unit motor baru untuk driver ojol tersbeut.

''I got it handled. Saya sudah beli satu unit motor untuk beliau. Senin kami bertemu,'' ujarnya.

Bagi Awkarin, memiliki banyak uang membuatnya harus bisa bersikap dermawan dengan sesamanya.

Menurutya, sudah seharusnya pundi-pundi uangnya digunakan untuk membantu orang yang membutuhkan.

''Punya uang banyak-banyak buat apaan kalau nggak dipakai buat nyenengin diri sendiri, nyenengin orangtua, dan nyenengin orang yang membutuhkan?''

Awkarin sendiri mengaku bahwa dirinya akan merasa sayang jika pundi-pundi uangnya yang banyak tidak digunakan untuk membantu sesama.

''Tetiba umur cuma sampai besok, sayang cut ngumpulin duit banyak nggak diapaki buat apa-apa selama hidup cuma ditumpuk,'' tandasnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS