Darurat Radikalisme, Said Aqil: Bukan Maling Ayam, Berbuat Baru Ditangkap

Agung Sandy Lesmana | Stephanus Aranditio
Darurat Radikalisme, Said Aqil: Bukan Maling Ayam, Berbuat Baru Ditangkap
Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama Said Aqil Siroj. [Suara.com/Dian Rosmala]

"Kalau NU tugasnya kan kontra radikalisme. Dengan ajaran, dengan taklim, dengan penyadaran. Kalau deradikalisasi ya BNPT. Kalau yang nangkep Densus," tegasnya.

Suara.com - Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj menilai radikalisme yang tumbuh di Indonesia sudah dalam kondisi darurat sehingga unsur pencegahan atau deradikalisasi harus diperkuat.

Menurut Aqil, deradikalisasi ini bukan hanya tugas kepolisian dan negara melainkan juga masyarakat untuk selalu peka terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya.

"Sudah darurat. Harus segera ada payung hukum bagaimana bisa menindak dengan fakta-fakta tertentu yang sudah dicurigai harus bisa ditangkap sebelum berbuat. Bukan kayak maling ayam kalau sudah mencuri baru ditangkap," kata Aqil usai menjenguk Menkopolhukam Wiranto yang dirawat di RSPAD Gatot Soebroto, Senen, Jakarta Pusat, Selasa (15/10/2019).

Dia juga mengajak anggota Nadhatul Ulama untuk turut serta aktif melakukan deradikalisasi bersinergi dengan BNPT dan Polri.

"Kalau NU tugasnya kan kontra radikalisme. Dengan ajaran, dengan taklim, dengan penyadaran. Kalau deradikalisasi ya BNPT. Kalau yang nangkep Densus," tegasnya.

Lebih lanjut Aqil juga menyampaikan pesan dari Wiranto bahwa setiap orang harus waspada terhadap keselamatan diri sendiri.

"Pesan beliau juga pada semua teman-teman NU, meningkatkan kewaspadaan dengan amaliyah dari kelompok tertentu yang sangat nekat dan tanpa ada kasih sayang atau kemanusiaan," kata Aqil.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS