Ditipu Polisi Gadungan, Janda Kaya di Palangkaraya Rugi Rp 60 Juta

Dwi Bowo Raharjo
Ditipu Polisi Gadungan, Janda Kaya di Palangkaraya Rugi Rp 60 Juta
Ilustrasi video chatting. (Shutterstock)

Janda itu mengakui menjalin hubungan jarak jauh atau LDR dengan pelaku hampir satu tahun.

Suara.com - Seorang janda kaya berinisial AD menjadi korban penipuan polisi gadungan berinisial IK yang mengaku bertugas di Polda Riau. Janda tersebut merupakan warga Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

"Benar kami ada menerima laporan mengenai penipuan tersebut, kini perkara itu masih dalam penyelidikan," kata Kasat Reskrim Polresta Palangka Raya AKP Nandi Indra Nugraha di Palangka Raya, Senin (2/12/2019).

Nandi menuturkan, pihaknya sudah mengecek nama pelaku dengan mengecek daftar nama yang bersangkutan di Polda setempat.

"Ketika dilakukan pengecekan, nama IK tidak terdaftar sebagai anggota Polda Riau," ungkapnya.

Kepada polisi, AD mengaku kenal dengan pelaku melalui media sosial dan pelaku meminta sejumlah uang untuk tambahan menebus mobil dan biaya pindah kerja ke kantor kepolisian yang berada di Palangkaraya.

Hingga akhirnya permintaan uang terus berlanjut dan mencapai total Rp 60 juta.

"Yang menjadi saya yakin dia adalah anggota polisi, karena saat video call melalui via whatsap yang bersangkutan memakai pakaian dinas kepolisian. Setelah ditransfer uangnya, nomor handphonenya langsung tidak aktif lagi makanya saya laporkan," ucap AD.

Janda itu juga mengakui menjalin hubungan jarak jauh atau LDR dengan pelaku hampir satu tahun. Maka dari itu ia sangat percaya saat pelaku minta uang dengan alasan akan pindah tugas.

"Dalam satu tahun ini kami tidak pernah bertemu dengan pelaku," katanya.

Janda yang juga sudah memiliki anak itu menambahkan, dirinya sangat sedih dengan peristiwa yang menimpa dirinya. Apalagi uang puluhan juta yang dikirimnya dengan cara beberapa kali tersebut merupakan hasil tabungan, termasuk menjual sejumlah perhiasan yang selama ini ia kenakan ketika ada acara pesta dan lain sebagainya.

"Semoga aparat yang berwajib bisa menangkap pelakunya, sebab uang yang kasih kepelaku itu hasil menabung, jual perhiasan serta pinjam ke bank. Jujur saja saya sampai tidak percaya hal ini bisa menimpa kami," ujarnya. (Antara)

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS