Penyebab Udara Buruk Jakarta, Siapa Penyumbang Polusi Terbesar?

Farah Nabilla

Minggu, 13 Agustus 2023 | 13:35 WIB
Penyebab Udara Buruk Jakarta, Siapa Penyumbang Polusi Terbesar?
Suasana Jakarta yang terlihat samar karena polusi udara difoto dari atas Gedung Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Jakarta, Selasa (25/7/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Langit Jakarta tampak berkabut asap setiap hari menandakan kualitas udara yang sedang buruk. Berdasarkan data Air Quality Index (AQI). Parahnya, Jakarta ada di peringkat pertama kota dengan udara terkotor di dunia pada Kamis (10/8/2023).

Berdasarkan laporan dari IQAir, kualitas udara Jakarta ada di angka 156 dan menjadikan Ibu Kota menjadi kota dengan udara terkotor di dunia. Posisi Jakarta juga jauh di atas Dubai, Uni Emirat Arab dengan nilai AQI 140 dan Lahore, Pakistan dengan nilai 134.

Penyebab Udara Buruk

Adapun penyebab kualitas udara Jakarta yang buruk bermacam-macam. Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menjelaskan salah satu penyebab terbesar buruknya kualitas udara di Jakarta yaitu transportasi kendaraan pribadi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto menyebut transportasi kendaraan pribadi menyumbang sekitar 70 persen penyebab kualitas udara buruk di Jakarta. Ia menyebut, apabila ingin mengurangi polusi udara di Jakarta, maka harus mengurangi mobilitas dengan kendaraan pribadi.

Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Sigit Reliantoro mengungkap beberapa penyebab buruknya kualitas udara di langit Jakarta.

Siklus meteorologi dalam tiga bulan terakhir juga menjadi salah satu pengaruh kualitas udara di Jakarta kian memburuk. Sigit Reliantoro menyebut, pada setiap bulan Juni, Juli, dan Agustus selalu terjadi peningkatan pencemaran di Jakarta. Pencemaran udara tersebut dipengaruhi oleh udara dari timur yang kering.

Tak hanya faktor meteorologi, pembuangan emisi dari kendaraan yang sangat padat pada hampir seluruh ruas jalan yang ada di wilayah Jakarta menjadi penyumpang polusi udara.

Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan oleh Pemprov DKI penyebab polusi udara di tahun 2020, sumber pencemaran batu bara menyumbang emisi sebanyak 0,42 persen, dari minyak bumi 49 persen, sementara gas sebesar 51 persen.

baca juga

Dari sektor transportasi menjadi penyumbang terbesar polusi udara yaitu sekitar 44 persen, industri 31 persen, industri energi manufaktur 10 persen, perumahan 14 persen dan juga komersial 1 persen.

Di sisi lain, berdasarkan hasil kajian yang dilakukan oleh Greenpeace, ada berbagai faktor penyebab polusi udara di Kota Jakarta. Namun, asap pembakaran batu bara menjadi salah satu hal yang diabaikan dari perhatian masyarakat.

Melansir dari laman Greenpeace.org yang menggunakan studi Vital Strategies, pembakaran batu bara juga menjadi salah satu penyebab buruknya kualitas udara di Jakarta. Hasil studi tersebut menunjukkan hampir seperlima polusi berasal dari pembakaran batu bara. Setidaknya, ada 8 pembangkit listrik tenaga uap atau PLTU berbahan bakar batu bara menghimpit kota Jakarta dalam jarak 100 km.

Parahnya lagi, di tahun 2020 lembaga penelitian Centre for Research on Energy and Clean Air (CREA) menuliskan bahwa Jakarta juga dikelilingi 118 fasilitas industri yang juga berkontribusi pada pencemaran udara di Jakarta.

Adapun penyebab buruknya batu bara tersebut juga turut dirasakan oleh masyarakat Jakarta, terkhusus di Marunda dan sekitarnya. Proses peledakan dan juga pengeboran dalam proses penambangan menghasilkan mineral halus yang sudah terkontaminasi debu dan menjadi penyebab penyakit pneumokoniosis.

Debu tersebut dibawa ke Marunda, proses bongkar muat yang berantakan ini mengancam jiwa masyarakat penduduk ibu kota.

Kontributor : Syifa Khoerunnisa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perang Pendapat Para Politisi saat Udara Jakarta Lagi Jelek-jeleknya

Perang Pendapat Para Politisi saat Udara Jakarta Lagi Jelek-jeleknya

News | Minggu, 13 Agustus 2023 | 13:05 WIB

Pemprov DKI Berencana Tambah Ratusan Bus Listrik untuk Kurangi Polusi Jakarta

Pemprov DKI Berencana Tambah Ratusan Bus Listrik untuk Kurangi Polusi Jakarta

Bisnis | Minggu, 13 Agustus 2023 | 11:16 WIB

Rentan Sakit karena Polusi, Ketua DPRD DKI Usul Pekerja Lapangan Dapat Insentif Buat Beli Obat

Rentan Sakit karena Polusi, Ketua DPRD DKI Usul Pekerja Lapangan Dapat Insentif Buat Beli Obat

News | Minggu, 13 Agustus 2023 | 09:10 WIB

Minggu Pagi Ini, Kualitas Udara Jakarta Terburuk Nomor 1 di Dunia

Minggu Pagi Ini, Kualitas Udara Jakarta Terburuk Nomor 1 di Dunia

News | Minggu, 13 Agustus 2023 | 08:01 WIB

Perbedaan Langit Yogyakarta dan Jakarta dari Pesawat Bikin Merinding, Bandara Sampai Tak Terlihat!

Perbedaan Langit Yogyakarta dan Jakarta dari Pesawat Bikin Merinding, Bandara Sampai Tak Terlihat!

Lifestyle | Minggu, 13 Agustus 2023 | 06:15 WIB

Kualitas Udara Jakarta Buruk, Penyakit Chef Renata Sampai Kambuh!

Kualitas Udara Jakarta Buruk, Penyakit Chef Renata Sampai Kambuh!

Lifestyle | Sabtu, 12 Agustus 2023 | 12:45 WIB

Kualitas Udara di Jakarta Memburuk, Ternyata Ini Penyebabnya

Kualitas Udara di Jakarta Memburuk, Ternyata Ini Penyebabnya

Jakarta | Jum'at, 11 Agustus 2023 | 19:22 WIB

Terkini

Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 23:24 WIB

Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik

Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:39 WIB

Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan

Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:28 WIB

Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia

Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:39 WIB

Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil

Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:20 WIB

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:59 WIB

Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time

Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:37 WIB

Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu

Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:35 WIB

Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini

Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:05 WIB

Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya

Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:54 WIB

×