Istana Rilis Buku Presiden Solusi, Klaim Prabowo Punya 108 Jawaban untuk Indonesia

Vania Rossa, Lilis Varwati

Selasa, 09 Juni 2026 | 07:06 WIB
Istana Rilis Buku Presiden Solusi, Klaim Prabowo Punya 108 Jawaban untuk Indonesia
Peluncuran buku Presiden Solusi di University Club, Jakarta, Senin (8/5/2026). (Suara.com/Lilis Varwati)
  • Istana Kepresidenan meluncurkan buku berjudul Presiden Solusi yang memuat berbagai kebijakan Presiden Prabowo Subianto selama 18 bulan pertama masa pemerintahannya.

  • Buku itu ditulis oleh tiga pejabat yang selama ini berada di lingkaran dekat Presiden Prabowo, yakni Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan Dirgayuza Setiawan, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah M. Qadari, serta Asisten Khusus Presiden Bidang Analisa Data Strategis Agung Gumilar.

  • Menurut pihak Istana, buku tersebut diterbitkan untuk memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai berbagai program dan kebijakan yang telah dijalankan pemerintah sejak Prabowo menjabat sebagai presiden.

Suara.com - Istana Kepresidenan meluncurkan buku berjudul Presiden Solusi yang memuat berbagai kebijakan Presiden Prabowo Subianto selama 18 bulan pertama masa pemerintahannya. Buku tersebut mengklaim sedikitnya terdapat 108 solusi yang telah dihadirkan pemerintah untuk menjawab berbagai persoalan yang selama ini dihadapi masyarakat.

Buku itu ditulis oleh tiga pejabat yang selama ini berada di lingkaran dekat Presiden Prabowo, yakni Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan Dirgayuza Setiawan, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah M. Qadari, serta Asisten Khusus Presiden Bidang Analisa Data Strategis Agung Gumilar.

Menurut pihak Istana, buku tersebut diterbitkan untuk memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai berbagai program dan kebijakan yang telah dijalankan pemerintah sejak Prabowo menjabat sebagai presiden.

"Kami melihat dalam 18 bulan terakhir Bapak Presiden sudah menelurkan 108 setidaknya keputusan yang menjadi solusi atas berbagai permasalahan yang sudah terjadi lama di Republik kita," kata Yuza saat peluncuran buku tersebut di University Club, Jakarta, Senin (8/5/2026).

Menurut Yuza, publik selama ini lebih banyak mengonsumsi informasi singkat dari media sosial sehingga tidak memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kebijakan pemerintah.

"Begitu mengonsumsi media sosial yang kapasitas atau daya tampung informasinya sangat terbatas, kita jadi tidak bisa memahami secara utuh apa saja yang sudah dikerjakan oleh Bapak Presiden selama 18 bulan terakhir," ujarnya.

Karena itu, kata dia, format buku dipilih agar masyarakat memiliki referensi yang lebih lengkap untuk memahami maupun mengkritisi kebijakan pemerintah.

Sementara itu, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah M. Qadari mengatakan buku tersebut lahir dari kebutuhan untuk menjelaskan berbagai persoalan yang diidentifikasi pemerintah beserta solusi yang telah diberikan.

"Dalam 1,5 tahun ini, kita rasa perlu untuk dicatat, untuk diketahui oleh masyarakat sekaligus juga untuk memberikan gambaran secara mudah bagi publik, bagi media mengenai masalah-masalah apa saja yang muncul dan kemudian diberikan jawabannya. Oleh sebab itulah kemudian buku ini dikasih judul Presiden Solusi," ujar Qadari.

Menurut dia, sebagian besar program yang dituliskan dalam buku tersebut bukan sekadar rencana, melainkan telah dijalankan pemerintah.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah M. Qadari dalam peluncuran buku Presiden Solusi di University Club, Jakarta, Senin (8/5/2026). (Suara.com/Lilis Varwati)
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah M. Qadari dalam peluncuran buku Presiden Solusi di University Club, Jakarta, Senin (8/5/2026). (Suara.com/Lilis Varwati)

Qadari mencontohkan sektor pangan yang disebut telah berhasil mencapai swasembada beras. Selain itu, pemerintah juga mengklaim telah menghadirkan program Sekolah Rakyat bagi anak-anak dari kelompok masyarakat termiskin serta pembangunan kampung nelayan di sejumlah daerah.

"Soal pangan misalnya, itu sudah dikerjakan bahkan sudah dicapai swasembada beras. Kedua misalnya untuk anak-anak yang desil satu, desil dua, anak-anak termiskin, sudah ada Sekolah Rakyat," kata dia.

Saat ditanya apakah terdapat arahan khusus dari Presiden Prabowo mengenai isu yang perlu ditonjolkan dalam buku tersebut, Yuza kembali menambahkan kalau Presiden hanya meminta jajarannya lebih aktif menjelaskan hasil kerja pemerintah kepada publik.

Menurut dia, pada bulan-bulan awal pemerintahan, fokus utama pemerintah adalah memastikan berbagai program berjalan. Namun setelah sejumlah program mulai menunjukkan hasil, pemerintah merasa perlu memperkuat komunikasi kepada masyarakat.

"Dari enam, tujuh, delapan bulan pertama pemerintahan memang komunikasi agak minim karena kita fokus dalam mendeliver berbagai solusi yang diharapkan oleh masyarakat. Tapi sekarang sudah waktunya kita menjelaskan, menceritakan berbagai solusi itu sudah ada, sudah hadir, sudah nyata di masyarakat," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Lantik Said Iqbal dan Pimpinan Baru Badan Gizi Nasional

Prabowo Lantik Said Iqbal dan Pimpinan Baru Badan Gizi Nasional

Foto | Selasa, 09 Juni 2026 | 07:00 WIB

Geger Isu '98 Jilid 2', Benarkah Situasi Politik Saat Ini Mirip Era Reformasi?

Geger Isu '98 Jilid 2', Benarkah Situasi Politik Saat Ini Mirip Era Reformasi?

Liks | Senin, 08 Juni 2026 | 20:04 WIB

Presiden Prabowo Terima 8 Duta Besar Negara Sahabat: Ada Palestina, Filipina, hingga Saint Lucia

Presiden Prabowo Terima 8 Duta Besar Negara Sahabat: Ada Palestina, Filipina, hingga Saint Lucia

News | Senin, 08 Juni 2026 | 19:45 WIB

Terkini

Wamensos Minta Aceh Utara Penuhi Syarat Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen

Wamensos Minta Aceh Utara Penuhi Syarat Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen

News | Senin, 08 Juni 2026 | 21:44 WIB

Di Aceh, Ratusan Calon Siswa Terjangkau Masuk Sekolah Rakyat

Di Aceh, Ratusan Calon Siswa Terjangkau Masuk Sekolah Rakyat

News | Senin, 08 Juni 2026 | 21:40 WIB

Ungkit Jasa Misi PBB, 4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus Minta Hukuman Ringan

Ungkit Jasa Misi PBB, 4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus Minta Hukuman Ringan

News | Senin, 08 Juni 2026 | 21:18 WIB

Pemerintah Pusat dan DPR RI Sepakati Pengelolaan ASN Harus Selaras dengan Kesiapan Fiskal Daerah

Pemerintah Pusat dan DPR RI Sepakati Pengelolaan ASN Harus Selaras dengan Kesiapan Fiskal Daerah

News | Senin, 08 Juni 2026 | 21:15 WIB

Pastikan MBG Berbasis Sains, Nanik S Deyang Rekrut Profesor Gizi Masuk Jajaran BGN

Pastikan MBG Berbasis Sains, Nanik S Deyang Rekrut Profesor Gizi Masuk Jajaran BGN

News | Senin, 08 Juni 2026 | 21:02 WIB

Otto Hasibuan Digugat! Jabatan Wamenko dan Ketum PERADI Dinilai Tabrak Putusan MK

Otto Hasibuan Digugat! Jabatan Wamenko dan Ketum PERADI Dinilai Tabrak Putusan MK

News | Senin, 08 Juni 2026 | 20:54 WIB

'Kita Kerjakan Bersama', Terkuak Rapat Gelap 4 Anggota BAIS TNI Sebelum Siram Air Keras Andrie Yunus

'Kita Kerjakan Bersama', Terkuak Rapat Gelap 4 Anggota BAIS TNI Sebelum Siram Air Keras Andrie Yunus

News | Senin, 08 Juni 2026 | 20:48 WIB

Sita Uang Ratusan Juta Saat OTT, KPK Bawa Bupati Muara Enim ke Jakarta Besok

Sita Uang Ratusan Juta Saat OTT, KPK Bawa Bupati Muara Enim ke Jakarta Besok

News | Senin, 08 Juni 2026 | 20:39 WIB

Ismail Menangis, Asrul Bertongkat: Dua Bos Travel Resmi Ditahan KPK Kasus Kuota Haji

Ismail Menangis, Asrul Bertongkat: Dua Bos Travel Resmi Ditahan KPK Kasus Kuota Haji

News | Senin, 08 Juni 2026 | 20:35 WIB

KPK Dalami Fakta Sidang Raffi Ahmad Titip iPhone 17 dari AS, Siap-siap Diperiksa?

KPK Dalami Fakta Sidang Raffi Ahmad Titip iPhone 17 dari AS, Siap-siap Diperiksa?

News | Senin, 08 Juni 2026 | 20:34 WIB